Sholat dhuha menjadi salah satu ibadah sunnah yang banyak dikerjakan pada pagi hari sebelum memasuki waktu Zuhur. Bagi yang ingin membiasakan diri, hal pertama yang perlu diketahui adalah waktu pelaksanaannya, niat, jumlah rakaat, serta tata cara sholat dhuha yang benar.
Ibadah ini juga cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari karena dapat dikerjakan setelah aktivitas pagi dimulai. Sholat dhuha bisa menjadi kesempatan untuk meluangkan waktu sejenak sebelum melanjutkan pekerjaan, belajar, berdagang, atau kegiatan lainnya.
Meski gerakannya pada dasarnya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, masih banyak yang mencari bacaan niat sholat dhuha, jumlah rakaat, waktu yang tepat, hingga doa setelah selesai mengerjakannya. Berikut penjelasan lengkap yang bisa dijadikan rujukan.
Kapan waktu sholat dhuha dimulai?
Sholat dhuha dikerjakan pada waktu dhuha, yaitu setelah matahari terbit dan telah meninggi hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Karena waktu terbit matahari berbeda-beda di setiap daerah dan tanggal, tidak ada satu jam yang berlaku sama untuk seluruh Indonesia.
Dalam praktiknya, sholat dhuha tidak dikerjakan tepat ketika matahari baru terbit. Ada jeda setelah matahari terbit sebelum waktu sholat dhuha dimulai. Salah satu publikasi Kemenag daerah menjelaskan waktu tersebut sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit hingga menjelang Zuhur.
Untuk mengetahui waktu yang lebih tepat, jadwal sholat berdasarkan lokasi dapat dijadikan acuan. Situs Kementerian Agama juga menyediakan informasi jadwal sholat dengan pilihan kota atau daerah.
Baca juga: Doa Rebo Wekasan Arab dan Latin, Lengkap dengan Artinya
Berapa rakaat sholat dhuha?
Sholat dhuha termasuk sholat sunnah yang dapat dikerjakan lebih dari dua rakaat. Dalam praktik yang umum, sholat dhuha dikerjakan dua rakaat kemudian dapat dilanjutkan dengan dua rakaat berikutnya.
Salah satu publikasi Kemenag daerah menyebutkan sholat dhuha dapat dilaksanakan minimal dua rakaat hingga maksimal 12 rakaat, dengan salam setiap dua rakaat.
Dengan demikian, bagi yang baru mulai membiasakan diri, dua rakaat sudah cukup untuk melaksanakan sholat dhuha. Tidak perlu memaksakan jumlah rakaat tertentu jika kondisi dan waktu belum memungkinkan.
Niat sholat dhuha 2 rakaat
Niat merupakan bagian penting sebelum mengerjakan ibadah. Niat sholat dhuha dilakukan dalam hati untuk mengerjakan sholat sunnah dhuha karena Allah Ta’ala.
Lafal niat yang umum digunakan adalah:
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku menyengaja sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Yang perlu diperhatikan, lafal niat tersebut merupakan bentuk lafal yang biasa digunakan dalam tradisi pembelajaran fikih. Inti niat adalah menyengaja melaksanakan sholat sunnah dhuha karena Allah Ta’ala.
Tata cara sholat dhuha 2 rakaat
Pelaksanaan sholat dhuha pada dasarnya mengikuti tata cara sholat sunnah dua rakaat. Perbedaannya terletak pada niat dan status sholat yang dikerjakan.
Berikut langkah-langkah sholat dhuha dua rakaat:
- Bersuci atau berwudhu.
- Memastikan badan, pakaian, dan tempat sholat dalam keadaan suci.
- Menghadap kiblat.
- Membaca niat sholat dhuha.
- Melakukan takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah jika dikehendaki.
- Membaca Surat Al-Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al-Qur’an.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Qur’an.
- Rukuk dan i’tidal.
- Melakukan dua kali sujud.
- Duduk tasyahud akhir.
- Membaca tasyahud dan shalawat.
- Mengucapkan salam.
Gerakan tersebut pada dasarnya sama dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Kemenag juga menjelaskan dalam artikel mengenai sholat sunnah lain bahwa pelaksanaannya mengikuti rangkaian sholat pada umumnya dengan niat yang disesuaikan.
Bacaan surat setelah Al-Fatihah
Setelah membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat, dapat dilanjutkan dengan membaca surat atau beberapa ayat Al-Qur’an.
Tidak ada keharusan menggunakan satu surat tertentu untuk sholat dhuha. Karena itu, tidak perlu merasa bahwa sholat dhuha menjadi tidak sah hanya karena tidak membaca surat tertentu.
Bagi yang masih belajar, membaca surat pendek yang sudah dihafal dapat menjadi pilihan. Yang terpenting adalah membaca Al-Fatihah dan melaksanakan rangkaian sholat sesuai ketentuannya.
Doa setelah sholat dhuha
Setelah selesai sholat dhuha, umat Islam dapat berdoa memohon kebaikan kepada Allah. Doa dapat disampaikan menggunakan bahasa Arab maupun bahasa yang dipahami, terutama ketika menyampaikan permohonan pribadi.
Salah satu doa yang populer di masyarakat setelah sholat dhuha adalah:
اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
Doa tersebut kemudian dilanjutkan dengan permohonan agar diberikan rezeki dan kemudahan.
Perlu dicatat bahwa doa populer yang sering disebut sebagai “doa sholat dhuha” tidak perlu dipahami sebagai satu-satunya doa yang wajib dibaca setelah sholat. Setelah ibadah sunnah selesai, seseorang tetap dapat memanjatkan doa sesuai kebutuhannya.
Baca juga: Niat dan Tata Cara Shalat Rebo Wekasan, Lengkap dengan Bacaan dan Jumlah Rakaat
Apakah sholat dhuha harus membaca doa khusus?
Tidak. Tidak ada kewajiban membaca satu doa tertentu setelah sholat dhuha.
Hal ini penting karena sebagian orang justru merasa khawatir jika tidak hafal doa panjang setelah sholat. Padahal, doa dapat disampaikan dengan cara yang baik sesuai kemampuan.
Yang lebih penting adalah melaksanakan sholat dengan niat yang benar dan tidak menganggap suatu bacaan sebagai kewajiban apabila memang tidak ditetapkan sebagai kewajiban dalam pelaksanaan sholat dhuha.
Apakah sholat dhuha boleh dikerjakan setiap hari?
Sholat dhuha dapat dijadikan kebiasaan ibadah sunnah sehari-hari. Banyak umat Islam memilih waktu pagi sebagai kesempatan untuk melaksanakannya sebelum menjalankan aktivitas utama.
Kegiatan sholat dhuha juga diterapkan di sejumlah madrasah sebagai pembiasaan ibadah dan pembentukan karakter religius siswa. Pada April 2026, misalnya, MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif Jakarta melaksanakan pembiasaan sholat dhuha berjamaah bagi siswa.
Di lingkungan madrasah lainnya, sholat dhuha juga digunakan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan keagamaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa praktik sholat dhuha bukan hanya dilakukan secara pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari pembiasaan ibadah di lingkungan pendidikan Islam.
Apakah sholat dhuha boleh berjamaah?
Pada dasarnya sholat dhuha lebih umum dikerjakan secara sendiri. Namun, pelaksanaan secara berjamaah dapat ditemukan dalam kegiatan pendidikan atau pembiasaan ibadah.
Kemenag daerah mencatat bahwa sholat dhuha lebih afdhal dilakukan secara munfarid, tetapi pelaksanaan berjamaah diperbolehkan terutama dalam konteks edukasi.
Karena itu, perlu dibedakan antara kebiasaan ibadah pribadi dan kegiatan pembelajaran. Jangan menjadikan praktik berjamaah dalam kegiatan sekolah sebagai anggapan bahwa sholat dhuha wajib dilakukan berjamaah.
Sholat dhuha sebaiknya dilakukan pada awal atau akhir waktunya?
Sholat dhuha dapat dikerjakan sepanjang waktu dhuha selama belum masuk Zuhur. Waktu yang tersedia cukup panjang sehingga tidak harus selalu dilakukan pada pagi sekali.
Bagi sebagian orang, waktu setelah aktivitas pagi selesai bisa lebih mudah digunakan untuk beribadah. Sementara yang lain mungkin memilih waktu menjelang pertengahan pagi.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan mengerjakannya setelah waktu dhuha berakhir atau ketika sudah masuk waktu yang tidak diperbolehkan untuk sholat sunnah.
Apakah sholat dhuha bisa dilakukan saat sedang bekerja?
Bisa, selama waktunya memungkinkan dan tempatnya memenuhi syarat untuk sholat.
Pekerja dapat memanfaatkan waktu istirahat pada pagi hari jika bertepatan dengan waktu dhuha. Begitu pula siswa atau mahasiswa dapat mengerjakannya sebelum kegiatan belajar berlangsung atau pada waktu yang memungkinkan.
Karena hanya membutuhkan dua rakaat untuk pelaksanaan minimal yang umum digunakan, sholat dhuha dapat dilakukan tanpa harus menyediakan waktu yang terlalu panjang.
Keutamaan sholat dhuha dalam kehidupan sehari-hari
Sholat dhuha merupakan ibadah sunnah yang dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Selain nilai ibadah, membiasakan sholat sunnah pada pagi hari juga dapat membantu seseorang menyediakan waktu khusus untuk berdoa dan mengingat Allah sebelum menjalankan aktivitas.
Namun, keutamaan ibadah sebaiknya tidak dipahami secara berlebihan sebagai jaminan bahwa seseorang akan mendapatkan jumlah rezeki tertentu hanya karena mengerjakan sholat dhuha.
Rezeki, kesehatan, kemudahan, dan berbagai bentuk kebaikan tetap merupakan kehendak Allah. Sholat dhuha dilakukan sebagai ibadah, bukan semata-mata sebagai sarana mendapatkan keuntungan duniawi.
Kesalahan yang sering terjadi ketika belajar sholat dhuha
Orang yang baru belajar sholat dhuha terkadang terlalu fokus pada hafalan niat atau doa setelah sholat sampai melupakan bagian yang lebih mendasar.
Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan antara lain:
- Jangan mengerjakan sholat tepat ketika matahari baru terbit.
- Pastikan sudah masuk waktu dhuha.
- Jangan menganggap doa tertentu sebagai satu-satunya doa yang wajib dibaca.
- Tidak perlu memaksakan jumlah rakaat jika baru mampu dua rakaat.
- Perhatikan kesucian badan, pakaian, dan tempat.
- Jangan meninggalkan sholat wajib demi mengejar sholat sunnah.
Dengan memahami bagian-bagian tersebut, pelaksanaan sholat dhuha dapat dilakukan dengan lebih tenang tanpa dibebani anggapan yang tidak perlu.
Ringkasan niat dan tata cara sholat dhuha
Bagi yang ingin mendapatkan jawaban singkat, bagian terpentingnya dapat dirangkum sebagai berikut.
Niat sholat dhuha:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku menyengaja sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Cara mengerjakannya:
- Berwudhu dan memastikan diri dalam keadaan suci.
- Menghadap kiblat.
- Membaca niat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Qur’an.
- Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Mengulangi rangkaian sholat.
- Tasyahud akhir.
- Salam.
Sholat dhuha dapat dilakukan minimal dua rakaat dan dapat ditambah dua rakaat berikutnya dengan salam pada setiap dua rakaat.
Tata cara dan niat sholat dhuha sebenarnya tidak sulit untuk dipelajari. Bagi yang baru mulai, dua rakaat sudah dapat menjadi pilihan sederhana untuk membiasakan diri melaksanakan ibadah sunnah pada waktu pagi.
Hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan waktunya. Sholat dhuha dikerjakan setelah matahari terbit dan telah meninggi hingga sebelum masuk Zuhur, sehingga waktu pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan jadwal matahari di masing-masing daerah.
Dengan memahami niat, waktu, jumlah rakaat, serta tata cara pelaksanaannya, sholat dhuha dapat dilakukan dengan lebih yakin. Untuk persoalan fikih yang memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama, pembaca dapat merujuk kepada ustaz, ulama, atau lembaga keagamaan yang dipercaya agar mendapatkan penjelasan sesuai konteks yang diikuti.