Tembus Istana, Empat Siswa Madrasah dan Santri Anggota Paskibraka Nasional 2026 Dapat Hadiah Laptop dari Kemenag

Satu per satu tugas besar yang dijalani pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mulai menjadi pengalaman yang akan dibawa pulang oleh empat pelajar dari lingkungan madrasah dan pesantren. Bukan hanya mendapat kesempatan berdiri di Istana sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026, mereka juga menerima apresiasi khusus dari Kementerian Agama berupa laptop.

Penghargaan tersebut diberikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno saat menerima keempat pelajar di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Masing-masing mendapatkan satu laptop sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan untuk melanjutkan kegiatan pendidikan.

Keempat penerima apresiasi itu adalah Rizqy Aditya Siregar dari MAN Insan Cendekia Siak, Riau; Adzra Khairy Fadian dari MAN 1 Kota Serang, Banten; Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau, Sumatera Selatan; dan Siti Nur Adlina, santriwati MA Hidayatullah Martapura, Kalimantan Selatan.

Hadiah diberikan setelah mereka menjalankan tugas di Istana

Empat pelajar tersebut sebelumnya menjadi bagian dari 76 anggota Paskibraka tingkat pusat 2026. Komposisinya terdiri atas 38 putra dan 38 putri yang mewakili 38 provinsi di Indonesia.

Tiga nama dari kelompok tersebut, yakni Rizqy, Adzra dan Khalyana, telah mendapat perhatian Kemenag sejak sebelum pelaksanaan upacara. Pada 16 Agustus, Kemenag menyebut ketiganya sebagai siswa madrasah yang terpilih menjadi Paskibraka tingkat pusat untuk bertugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.

Kehadiran Siti Nur Adlina kemudian melengkapi representasi lembaga pendidikan Islam dalam Paskibraka Nasional tahun ini. Ia berasal dari MA Hidayatullah Martapura dan menjadi satu-satunya santriwati dari pesantren yang disebut dalam apresiasi Kemenag tersebut.

Bagi keempatnya, penghargaan laptop datang setelah melewati rangkaian seleksi dan pembinaan yang tidak singkat. Mereka bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga sekolah dan pesantren asal ketika berada dalam formasi Paskibraka tingkat nasional.

Baca juga: Dari Madrasah ke Istana, Siti Nur Adlina Jadi Paskibraka Nasional 2026

Empat nama yang membawa nama madrasah ke tingkat nasional

Rizqy Aditya Siregar menjadi wakil dari Riau. Ia tercatat sebagai siswa MAN Insan Cendekia Siak dan masuk dalam daftar Paskibraka tingkat pusat bersama perwakilan putri dari provinsi tersebut.

Dari Banten ada Adzra Khairy Fadian yang berasal dari MAN 1 Kota Serang. Sementara Sumatera Selatan diwakili Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau.

Keduanya menjadi bagian dari daftar 76 anggota Paskibraka Nasional 2026 yang ditetapkan untuk mewakili seluruh provinsi. Proses seleksi tersebut berlangsung secara berjenjang sebelum akhirnya peserta terpilih masuk ke tingkat pusat.

Siti Nur Adlina membawa latar belakang berbeda. Sebagai santriwati MA Hidayatullah Martapura, keberhasilannya memperlihatkan bahwa peserta dari lingkungan pesantren juga memiliki kesempatan untuk masuk dalam seleksi Paskibraka tingkat nasional.

Amien Suyitno melihat capaian tersebut sebagai sesuatu yang patut ditularkan kepada pelajar lain. “Anak pondok pun juga bisa jadi Paskibraka Nasional. Ini harus memotivasi yang lain,” kata Dirjen.

Laptop bukan sekadar hadiah setelah bertugas

Pemberian laptop menjadi bagian yang menarik dari apresiasi Kemenag karena bentuk penghargaan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan mereka sebagai pelajar. Setelah rangkaian tugas Paskibraka selesai, keempatnya tetap harus kembali menjalani aktivitas pendidikan di madrasah dan pesantren.

Perangkat tersebut dapat menunjang kegiatan belajar dan berbagai aktivitas akademik. Bagi pelajar yang baru saja memperoleh pengalaman di tingkat nasional, dukungan seperti ini juga dapat menjadi dorongan untuk tetap menjaga prestasi setelah kembali ke lingkungan pendidikan masing-masing.

Kemenag tidak menyebut pemberian laptop sebagai pengganti dari prestasi yang telah diraih. Apresiasi tersebut diberikan sebagai penghargaan atas pencapaian sekaligus bentuk dukungan kepada empat pelajar agar terus berkembang dalam pendidikan.

Suyitno juga meminta mereka tidak berhenti berprestasi setelah menjalankan tugas sebagai Paskibraka. “Semoga kalian menjadi role model yang baik dan sukses mencapai cita-cita masing-masing. Terus berkontribusi untuk bangsa dan negara,” katanya.

Baca juga: Tiga Siswa Madrasah Tembus Paskibraka Pusat 2026, Bawa Nama Riau, Banten, dan Sumsel ke Istana

Pesan Kemenag justru berlanjut setelah upacara

Ada pesan lain yang disampaikan kepada empat pelajar tersebut, terutama mengenai karakter. Kemenag meminta mereka menggunakan pengalaman selama menjadi Paskibraka untuk menjadi contoh yang baik bagi teman-teman di sekolah maupun pesantren.

Perhatian tersebut diarahkan salah satunya pada persoalan bullying yang masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan. “Perkuat karakter anak-anak. Terutama sekarang ini ada kecenderungan anak-anak terlibat bullying. Anda harus menjadi role model bahwa itu tidak baik,” ujarnya.

Pesan itu membuat penghargaan kepada empat pelajar tersebut tidak berhenti pada pemberian laptop. Pengalaman menjalani seleksi, latihan, kedisiplinan dan tugas kenegaraan diharapkan membentuk sikap yang kemudian terlihat ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing.

Posisi sebagai Paskibraka juga membawa tanggung jawab sosial. Mereka diharapkan dapat menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengikuti seleksi, tetapi juga bagaimana pengalaman tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah Paskibraka, pembinaan belum selesai

Tugas sebagai anggota Paskibraka Nasional bukan menjadi titik akhir pembinaan. Perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang hadir dalam pertemuan dengan Kemenag menyampaikan bahwa keempat pelajar tersebut nantinya akan diarahkan menjadi Purna Paskibraka Duta Pancasila.

“Pasca adik-adik ini selesai tugas, mereka akan diangkat menjadi Purna Paskibraka Duta Pancasila,” ujar perwakilan BPIP.

Konteks tersebut sejalan dengan sistem pembinaan Paskibraka yang menempatkan para purnapaskibraka dalam pembinaan lanjutan terkait nilai Pancasila dan kebangsaan. BPIP pada 2026 juga masih menjalankan proses pengangkatan Purnapaskibraka Duta Pancasila dari berbagai tingkatan.

Tahun ini, 76 pelajar yang terpilih memang tidak hanya menjalani tugas seremonial. Mereka merupakan perwakilan dari 38 provinsi dan sebelumnya melewati proses seleksi untuk masuk dalam formasi Paskibraka tingkat pusat.

Dari Istana kembali ke bangku madrasah

Bagi Rizqy, Adzra, Khalyana dan Siti Nur Adlina, laptop yang diberikan Kemenag menjadi salah satu kenang-kenangan dari perjalanan mereka sebagai Paskibraka Nasional 2026. Namun, perhatian yang lebih besar justru berada pada apa yang mereka lakukan setelah kembali ke sekolah dan pesantren.

Mereka kini memiliki pengalaman mengikuti salah satu tugas kenegaraan paling penting bagi pelajar Indonesia. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus berbagi cerita kepada teman-teman di lingkungan pendidikan masing-masing.

Prestasi empat pelajar ini juga memberi ruang lebih luas bagi madrasah dan pesantren untuk menunjukkan capaian siswanya di bidang nonakademik. Tahun ini, nama mereka tercatat di antara 76 pelajar dari seluruh Indonesia yang mendapat amanah sebagai Paskibraka tingkat pusat.

Sangat senang dapat berbagi info di kemenagpasangkayu.id ini, sebagai seorang pemuda yang masih kuliah, menulis bisa menjadi sumber pengetahuan baru.

Leave a Comment