Juknis OMI Kemenag 2026 menjadi dokumen penting bagi madrasah, guru pembina, dan siswa yang akan mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia. Dokumen ini menjadi pedoman pelaksanaan kompetisi, termasuk ketentuan peserta, bidang lomba, tahapan seleksi, jadwal, hingga aturan OMI Riset.
Petunjuk teknis tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026. Karena memuat ketentuan yang cukup rinci, calon peserta sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi singkat yang beredar di media sosial.
Download Juknis OMI Kemenag 2026 PDF
[DOWNLOAD JUKNIS OMI KEMENAG 2026 PDF]
Link tersebut dapat digunakan untuk mengunduh dokumen juknis secara lengkap. Setelah file tersimpan, bagian yang paling penting untuk diperiksa adalah persyaratan peserta, bidang kompetisi, mekanisme seleksi, jadwal, serta ketentuan khusus untuk penelitian.
Juknis juga dapat menjadi acuan ketika terdapat informasi berbeda mengenai OMI 2026 yang beredar di grup sekolah atau media sosial. Ketentuan dalam dokumen resmi perlu menjadi rujukan utama selama tidak ada pembaruan dari penyelenggara.
Bidang Lomba OMI 2026
OMI 2026 terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Bidang Sains dan Bidang Riset.
Bidang Sains mencakup jenjang MI/SD sederajat, MTs/SMP sederajat, serta MA/SMA sederajat. Mata pelajaran yang dilombakan menyesuaikan jenjang peserta.
Untuk MI/SD sederajat terdapat Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi. MTs/SMP sederajat mengikuti Matematika, IPA, dan IPS Terintegrasi.
Pada jenjang MA/SMA sederajat tersedia Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi.
Sementara itu, OMI Riset diperuntukkan bagi siswa MTs dan MA. Ruang lingkup penelitian mencakup Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Perbedaan tersebut penting karena persiapan peserta sains dan riset tidak sama. Peserta sains lebih banyak mempersiapkan kemampuan akademik dan pemecahan soal, sedangkan peserta riset harus mempersiapkan proposal dan penelitian.
Baca juga: OMI Kemenag 2026 Dimulai, Simak Jadwal, Syarat Peserta, Bidang Lomba, dan Cara Daftar
Ketentuan Peserta Yang Perlu Diperhatikan
Peserta bidang sains harus berstatus siswa aktif, merupakan Warga Negara Indonesia, serta memiliki NISN. Ketentuan kelas juga disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Peserta MI/SD sederajat berasal dari kelas V atau VI, MTs/SMP sederajat dari kelas VII sampai IX, sedangkan MA/SMA sederajat dari kelas X sampai XII pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Satu peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu bidang kompetisi. Karena itu, pemilihan bidang perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan peserta dan ketentuan yang tercantum dalam juknis.
OMI Riset memiliki ketentuan berbeda. Pesertanya berasal dari kelas VII atau VIII MTs serta kelas X atau XI MA. Penelitian dapat dikerjakan secara perorangan maupun kelompok dengan anggota maksimal tiga siswa dari madrasah yang sama.
Jadwal Dan Tahapan OMI 2026
Pelaksanaan OMI 2026 dilakukan secara bertahap. Untuk bidang sains, kegiatan dimulai dari seleksi tingkat satuan pendidikan pada 22–26 Agustus 2026.
Tahapan berikutnya meliputi pendaftaran, uji coba, dan kompetisi tingkat kabupaten/kota. Peserta yang berhasil lolos kemudian mengikuti tingkat provinsi sebelum melanjutkan ke tingkat nasional.
Pelaksanaan tingkat nasional bidang sains dijadwalkan pada 10–11 November 2026, sedangkan pengumuman dan penutupan berlangsung pada 12 November 2026.
OMI Riset memiliki jadwal berbeda. Pendaftaran sekaligus unggah proposal berlangsung pada 22 Agustus hingga 2 September 2026. Setelah proposal dinilai, peserta melanjutkan ke presentasi, pelaksanaan penelitian, presentasi hasil, hingga final dan expo.
Bagian Juknis Yang Sebaiknya Dibaca
Guru pembina sebaiknya tidak hanya melihat halaman jadwal. Ketentuan mengenai peserta, mekanisme seleksi, bentuk penilaian, serta aturan karya juga perlu diperiksa sebelum menentukan strategi pembinaan.
Khusus OMI Riset, perhatian terhadap keaslian karya menjadi sangat penting. Peserta perlu mengembangkan penelitian sendiri dan mampu menjelaskan proses serta hasilnya ketika mengikuti presentasi.
Siswa yang berminat mengikuti OMI juga sebaiknya segera berkoordinasi dengan pihak madrasah. Seleksi tingkat satuan pendidikan untuk bidang sains sudah berlangsung pada akhir Agustus, sedangkan calon peserta riset memiliki batas waktu unggah proposal yang lebih dekat.
Juknis OMI Kemenag 2026 pada akhirnya bukan sekadar dokumen untuk mengetahui jadwal lomba. Isinya menjadi acuan untuk memastikan peserta memenuhi persyaratan, memilih bidang yang sesuai, dan mempersiapkan diri berdasarkan aturan yang benar.
Bagi madrasah yang akan mengikuti OMI 2026, download Juknis OMI Kemenag 2026 PDF melalui link di atas dan gunakan dokumen tersebut sebagai rujukan utama selama proses persiapan.