Masuk Desil 6-10? Cara Menurunkan Desil DTSEN agar Bisa Masuk Penerima Bansos Kemensos

Setelah melakukan cek desil dan ternyata hasilnya masuk ke golongan 6-10 pastinya membuat kita merasa kecewa, apalagi secara finansial kita sebagai orang yang kurang mampu.

Seperti yang kita tahu kalau kemensos saat ini memperketat penerima bantuan sosial, sehingga untuk desil tertentu tidak berhak mendapatkan bantuan lagi baik itu BLT maupun BNPT.

Status desil 6, 7, 8, 9, atau 10 di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bisa menjadi persoalan bagi keluarga yang kondisi ekonominya sebenarnya sudah menurun. Pasalnya, peringkat desil digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar untuk menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial.

Laman resmi Cek Bansos Kemensos menjelaskan bahwa desil 1-4 merupakan kelompok 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah yang dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Program Sembako, sedangkan desil 5 dapat diusulkan untuk PBI-JK. Kondisi tersebut membuat keluarga yang tercatat pada desil 6-10 umumnya berada di luar kelompok prioritas kedua bansos reguler tersebut.

Namun, cara menurunkan desil agar masuk penerima bansos bukan dengan memanipulasi data atau sengaja membuat kondisi ekonomi terlihat lebih rendah. Desil hanya dapat berubah melalui pemutakhiran data sesuai kondisi sosial ekonomi sebenarnya. Jika data yang tercatat tidak lagi menggambarkan keadaan keluarga, tersedia jalur resmi untuk meminta pembaruan sehingga peringkat kesejahteraan dapat dihitung kembali.

Desil 6-10 Tidak Bisa Diturunkan Secara Manual

Hal pertama yang perlu dipahami adalah tidak tersedia tombol atau prosedur untuk meminta angka desil langsung diubah dari 8 menjadi 4, misalnya. Desil merupakan hasil pengelompokan kesejahteraan berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi dalam DTSEN.

Laman Cek Bansos Kemensos menyebut penghitungan desil mempertimbangkan keterangan individu seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi perumahan termasuk keadaan rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset. Terdapat 10 kelompok yang masing-masing mewakili sekitar 10 persen keluarga Indonesia.

Desil 1 berada pada kelompok kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok tertinggi. Artinya, semakin besar angka desil, posisi relatif kesejahteraan keluarga juga semakin tinggi berdasarkan data sosial ekonomi yang digunakan.

Karena itu, istilah “menurunkan desil” sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai memperbarui data yang tidak sesuai agar pemerintah menghitung kembali posisi kesejahteraan berdasarkan kondisi sebenarnya.

Arti Desil 1 sampai 10 dalam DTSEN

DTSEN berbeda dengan anggapan bahwa database bansos hanya berisi masyarakat miskin. Basis data ini mencakup kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih luas dan memberikan peringkat kesejahteraan keluarga.

Permensos Nomor 3 Tahun 2025 mendefinisikan DTSEN sebagai basis data tunggal individu dan/atau keluarga yang mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan peringkat kesejahteraan keluarga. DTSEN dibentuk dari penggabungan Regsosek, DTKS, dan P3KE yang telah dipadankan dengan data kependudukan serta dimutakhirkan secara berkala.

Gambaran posisi desil dapat dilihat pada tabel berikut.

DesilPosisi relatif kesejahteraanKaitannya dengan bansos
Desil 110% terbawahDapat menjadi sasaran PKH/Sembako sesuai syarat
Desil 211-20%Dapat menjadi sasaran PKH/Sembako sesuai syarat
Desil 321-30%Dapat menjadi sasaran PKH/Sembako sesuai syarat
Desil 431-40%Dapat menjadi sasaran PKH/Sembako sesuai syarat
Desil 541-50%Dapat diusulkan untuk PBI-JK
Desil 6Kelompok berikutnyaUmumnya di luar sasaran PKH/Sembako
Desil 7Kelompok berikutnyaUmumnya di luar sasaran PKH/Sembako
Desil 8Kelompok kesejahteraan lebih tinggiUmumnya di luar sasaran
Desil 9Kelompok kesejahteraan tinggiUmumnya di luar sasaran
Desil 1010% tertinggiUmumnya di luar sasaran bansos untuk masyarakat miskin

Posisi tersebut merupakan peringkat relatif, bukan nilai pendapatan tertentu. Desil 4, misalnya, tidak berarti keluarga memiliki penghasilan dengan nominal yang sama di seluruh Indonesia.

Mengapa Desil 6-10 Sulit Mendapat PKH dan Program Sembako?

PKH dan Program Sembako ditujukan kepada kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria program. DTSEN membantu pemerintah melihat posisi kesejahteraan calon penerima sebelum menetapkan sasaran bantuan.

Saat ini laman resmi Cek Bansos menyatakan desil 1-4 dapat diusulkan menjadi penerima PKH dan Program Sembako. Kata “dapat diusulkan” menjadi bagian yang sangat penting.

Masuk desil 1-4 tidak berarti bantuan otomatis cair. Sebuah keluarga tetap harus memenuhi ketentuan program dan melewati proses penetapan penerima.

Begitu pula sebaliknya. Ketika keluarga berada di desil 6-10 tetapi kondisi sebenarnya sudah jatuh miskin atau mengalami perubahan ekonomi besar, jalan keluarnya bukan mencari cara mengakali sistem. Data keluarga tersebut perlu diperbarui agar kondisi terbaru dapat dinilai kembali.

Kenapa Keluarga Tidak Mampu Bisa Masuk Desil 6-10?

Pertanyaan ini cukup sering muncul. Sebuah keluarga merasa hidup sederhana, tidak memiliki penghasilan besar, bahkan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi ketika melakukan pengecekan justru tercatat pada desil tinggi.

Salah satu kemungkinan adalah perubahan kondisi keluarga belum sepenuhnya tercermin dalam data. DTSEN memang bersifat dinamis karena kondisi sosial ekonomi masyarakat juga berubah.

Kementerian Sosial pernah menjelaskan bahwa pemutakhiran diperlukan karena setiap hari terdapat perubahan, seperti anggota keluarga meninggal, pindah, atau mengalami perubahan tingkat kesejahteraan. Pemerintah menyediakan jalur formal melalui pemerintah daerah dan jalur partisipatif melalui Cek Bansos untuk melaporkan ketidaksesuaian tersebut.

Beberapa kondisi yang patut diperiksa antara lain:

  • pekerjaan yang tercatat sudah tidak sesuai;
  • kepala keluarga kehilangan pekerjaan;
  • penghasilan keluarga turun;
  • anggota keluarga berubah;
  • data rumah tidak sesuai kondisi terkini;
  • kepemilikan aset tidak sesuai;
  • data listrik atau tempat tinggal perlu diperbarui;
  • terdapat perubahan status kependudukan;
  • keluarga baru mengalami kondisi ekonomi yang memburuk;
  • hasil pemeringkatan belum mencerminkan kondisi terbaru.

Tidak semua kasus desil tinggi berarti datanya pasti salah. Bisa saja berdasarkan keseluruhan variabel yang digunakan, keluarga memang berada pada kelompok tersebut.

Cara Cek Desil Bansos Terbaru Menggunakan NIK

Sebelum mengajukan perubahan, periksa terlebih dahulu informasi yang muncul pada layanan resmi. Pengecekan dapat dilakukan menggunakan NIK 16 digit yang terdapat pada KTP.

Langkah pengecekannya sebagai berikut:

  1. Buka laman resmi Cek Bansos Kemensos.
  2. Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
  3. Ketik huruf kode yang tersedia.
  4. Klik Cari Data.
  5. Tunggu hasil pencarian.
  6. Periksa informasi penerima manfaat dan desil yang muncul.

Laman tersebut secara jelas menyatakan sumber datanya adalah DTSEN. Pemerintah juga menjelaskan desil dapat diperbarui apabila tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Jangan menggunakan website tidak resmi yang meminta NIK, foto KTP, PIN, password, atau data sensitif lainnya. Informasi kependudukan sebaiknya hanya dimasukkan melalui kanal pemerintah yang jelas.

Cara Menurunkan Desil 6-10 Secara Resmi

Tidak ada prosedur resmi bernama “permohonan penurunan desil”. Jalur yang tersedia adalah pemutakhiran data sosial ekonomi apabila data tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Kemensos menyebut ada dua jalur pemutakhiran, yakni melalui pemerintah daerah dan melalui partisipasi masyarakat. Data yang diusulkan kemudian melewati pemeriksaan sebelum digunakan untuk pembaruan DTSEN.

Secara praktis, langkahnya dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Cek desil terbaru menggunakan NIK.
  2. Bandingkan informasi tersebut dengan kondisi keluarga sebenarnya.
  3. Identifikasi data sosial ekonomi yang sudah berubah atau tidak sesuai.
  4. Siapkan KTP dan KK.
  5. Siapkan informasi pendukung mengenai kondisi keluarga apabila diperlukan.
  6. Sampaikan permintaan pemutakhiran melalui desa atau kelurahan.
  7. Pemutakhiran juga dapat dilakukan melalui mekanisme pada aplikasi Cek Bansos jika tersedia.
  8. Berikan data sesuai keadaan sebenarnya.
  9. Ikuti proses verifikasi yang dilakukan petugas.
  10. Tunggu pemutakhiran DTSEN dan penghitungan kembali desil.
  11. Lakukan pengecekan ulang setelah data diperbarui.

Proses tersebut tidak menjamin desil pasti turun. Hasil akhirnya bergantung pada data yang sudah diverifikasi dan penghitungan peringkat kesejahteraan.

Jalur Pertama: Mengajukan Pemutakhiran Melalui Desa atau Kelurahan

Bagi masyarakat yang kesulitan menggunakan aplikasi, pemerintah desa atau kelurahan menjadi salah satu jalur yang dapat ditempuh. Kemensos menjelaskan jalur formal pemutakhiran melibatkan RT/RW, musyawarah desa atau kelurahan, Dinas Sosial Kabupaten/Kota, hingga proses validasi pemerintah daerah.

Saat datang, sampaikan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga saat ini tidak sesuai dengan data atau desil yang muncul. Jangan sekadar meminta “turunkan menjadi desil 4”.

Permintaan seperti itu kurang tepat karena aparat desa tidak menentukan angka desil secara manual. Hal yang perlu diminta adalah pemeriksaan dan pemutakhiran kondisi sosial ekonomi keluarga.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, informasi tersebut dapat diproses melalui mekanisme pemerintah daerah dan selanjutnya digunakan dalam pemutakhiran DTSEN.

Jalur Kedua: Menggunakan Aplikasi Cek Bansos

Selain melalui pemerintah daerah, Kemensos menyediakan jalur partisipatif. Masyarakat dapat menyampaikan usulan atau sanggahan melalui aplikasi Cek Bansos.

Kemensos menjelaskan masyarakat dapat melaporkan ketidaksesuaian dan melampirkan data pendukung, termasuk foto rumah serta dokumen lain yang diperlukan. Informasi tersebut kemudian diproses dan diverifikasi oleh pihak terkait.

Secara umum, persiapan yang dapat dilakukan meliputi:

  • menggunakan aplikasi Cek Bansos resmi;
  • memastikan akun menggunakan identitas sebenarnya;
  • memilih layanan usulan atau pembaruan yang tersedia;
  • mengisi informasi sesuai keadaan keluarga;
  • melampirkan dokumentasi yang diminta;
  • mengirim pengajuan;
  • menunggu proses pemeriksaan.

Nama menu dan tampilan aplikasi dapat berubah setelah pembaruan. Karena itu, ikuti petunjuk yang muncul pada versi aplikasi resmi yang sedang digunakan.

Data Apa yang Perlu Diperbaiki?

Desil tidak dihitung hanya berdasarkan penghasilan. Laman Cek Bansos menyebut variabel sosial ekonomi yang digunakan mencakup informasi individu, perumahan, dan kepemilikan aset.

Karena itu, pembaruan sebaiknya menyentuh data yang memang sudah berubah atau keliru.

Misalnya, kepala keluarga sebelumnya bekerja tetapi sekarang kehilangan pekerjaan. Informasi pekerjaan perlu menggambarkan keadaan terbaru.

Begitu pula jika rumah yang tercatat berbeda dengan kondisi sebenarnya, komposisi anggota keluarga berubah, atau terdapat informasi kepemilikan aset yang tidak sesuai.

Prinsipnya sederhana: perbaiki data yang salah, lengkapi data yang kurang, dan laporkan perubahan kondisi yang benar-benar terjadi.

Dokumen yang Sebaiknya Disiapkan

Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis pembaruan dan kebutuhan verifikasi di masing-masing daerah. Namun, dokumen kependudukan menjadi bagian penting karena DTSEN telah dipadankan dengan data kependudukan.

Sebelum meminta pemutakhiran, beberapa dokumen dan informasi berikut dapat disiapkan:

  • KTP;
  • Kartu Keluarga;
  • NIK seluruh anggota keluarga;
  • alamat tempat tinggal terbaru;
  • informasi pekerjaan;
  • informasi kondisi tempat tinggal;
  • dokumentasi rumah jika diminta;
  • informasi anggota keluarga;
  • dokumen perubahan kependudukan jika baru pindah atau mengubah KK;
  • dokumen pendukung lain sesuai permintaan petugas.

Tidak berarti seluruh dokumen tersebut selalu wajib. Kebutuhannya bergantung pada masalah data yang sedang diperbaiki.

Dokumen juga tidak boleh dimanipulasi. Data yang disampaikan harus menggambarkan kondisi keluarga secara nyata.

Apakah Mematikan Listrik Bisa Menurunkan Desil?

Anggapan seperti ini perlu diluruskan. Karena daya listrik disebut sebagai salah satu variabel sosial ekonomi, muncul asumsi bahwa menurunkan daya listrik atau melakukan perubahan tertentu secara sengaja akan otomatis menurunkan desil.

Cara tersebut tidak dapat dijadikan strategi untuk mendapatkan bansos.

Penghitungan kesejahteraan menggunakan sejumlah variabel, bukan hanya satu indikator. Informasi individu, pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, dan aset menjadi beberapa bagian yang digunakan.

Mengubah satu kondisi secara sengaja demi mengejar bantuan juga tidak sesuai dengan tujuan pemutakhiran. Data harus mencerminkan keadaan nyata, bukan keadaan yang sengaja dibuat agar terlihat memenuhi kriteria.

Apakah Menghapus Kendaraan Bisa Membuat Desil Turun?

Hal yang sama berlaku untuk kendaraan dan aset. Kepemilikan aset memang termasuk bagian dari variabel yang disebut dalam pengukuran kesejahteraan, tetapi tidak berarti menghilangkan atau memindahkan kepemilikan secara administratif akan otomatis membuat keluarga masuk desil 1-4.

Jika kendaraan yang tercatat memang sudah dijual atau bukan lagi menjadi milik keluarga, data kepemilikannya sebaiknya diperbarui melalui prosedur yang benar.

Namun, jika kendaraan masih dimiliki tetapi sengaja dipindahkan atas nama orang lain hanya untuk memengaruhi penilaian bansos, informasi tersebut tidak menggambarkan keadaan sebenarnya.

Fokus utama pemutakhiran seharusnya adalah akurasi data, bukan mencari celah untuk mengubah hasil pemeringkatan.

Desil Sudah Turun ke 4, Apakah PKH Langsung Cair?

Belum tentu. Ini merupakan salah satu bagian terpenting dalam memahami hubungan desil dengan bansos.

Laman resmi Cek Bansos menyebut desil 1-4 dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Program Sembako. Artinya, posisi desil membuka kemungkinan untuk masuk sasaran, tetapi bukan keputusan otomatis bahwa bantuan akan langsung diberikan.

Sebagai contoh, PKH memiliki kelompok sasaran dan komponen penerima yang harus dipenuhi. Selain posisi kesejahteraan, data keluarga tetap diperiksa berdasarkan ketentuan program.

Tidak ada jaminan bahwa perubahan desil pada hari ini membuat bantuan langsung masuk ke rekening beberapa hari kemudian.

Baca juga: Link Cek Bansos Kemensos Resmi, Cara Mengetahui Penerima PKH dan BPNT Lewat HP

Desil 5 Masih Bisa Mendapat Bantuan?

Desil 5 memiliki posisi yang berbeda dari desil 1-4. Menurut keterangan resmi pada Cek Bansos Kemensos, desil 5 dapat diusulkan menjadi peserta PBI-JK.

PBI-JK merupakan bantuan iuran jaminan kesehatan bagi kelompok masyarakat yang memenuhi persyaratan. Pemerintah membayarkan iuran kepesertaan sesuai ketentuan program.

Sementara untuk PKH dan Program Sembako, laman Cek Bansos saat ini menyebut desil 1-4 sebagai kelompok yang dapat diusulkan.

Karena itu, jenis program yang mungkin diterima perlu dibedakan. Tidak semua bantuan menggunakan batas kelompok sasaran yang sama.

Desil 6-10 Bisa Berdampak pada PBI-JK

Penggunaan DTSEN untuk menentukan sasaran juga terlihat pada program PBI JKN. Kemensos pada 2025 pernah menjelaskan jutaan peserta PBI JKN dinonaktifkan setelah pemadanan data, termasuk lebih dari dua juta orang yang berdasarkan uji petik berada pada desil 6-10.

Namun, pemerintah tetap menyediakan ruang pengajuan kembali dalam kondisi tertentu apabila hasil lapangan menunjukkan seseorang memang tidak mampu atau memenuhi kriteria khusus yang ditetapkan.

Kasus tersebut menunjukkan mengapa akurasi DTSEN sangat penting. Desil bukan sekadar angka yang tampil pada layar, tetapi dapat digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran program.

Jika kondisi yang tercatat benar-benar berbeda dengan kenyataan, pembaruan sebaiknya segera dilakukan melalui jalur resmi.

Berapa Lama Desil Bisa Berubah Setelah Data Diperbarui?

Perubahan tidak berlangsung secara instan setelah permohonan dikirim. Data harus melalui pemeriksaan dan kemudian masuk dalam siklus pemutakhiran.

Laman Cek Bansos menyebut desil bersifat dinamis dan akan dihitung ulang oleh BPS secara periodik setelah pembaruan dilakukan melalui desa/kelurahan, Dinas Sosial, atau aplikasi Cek Bansos.

Kemensos juga pernah menjelaskan pemutakhiran dan evaluasi DTSEN dilakukan secara berkala karena kondisi masyarakat terus berubah.

Karena itu, hindari percaya kepada orang yang menjanjikan desil bisa berubah dalam satu hari atau memberikan tanggal pasti tanpa dasar resmi.

Sudah Memperbarui Data tetapi Desil Tidak Turun

Situasi ini juga mungkin terjadi. Mengajukan pembaruan tidak sama dengan meminta sistem menurunkan angka.

Jika setelah data terbaru diverifikasi ternyata keluarga tetap berada pada kelompok kesejahteraan yang sama, desil dapat bertahan. Bahkan secara teoritis peringkat dapat naik apabila data terbaru menunjukkan kondisi kesejahteraan lebih tinggi.

Ada beberapa kemungkinan ketika desil tidak berubah:

  1. Data terbaru memang menghasilkan posisi kesejahteraan yang sama.
  2. Pembaruan belum masuk dalam penghitungan terbaru.
  3. Usulan masih dalam proses verifikasi.
  4. Informasi yang diajukan belum lengkap.
  5. Tidak ditemukan perubahan signifikan pada kondisi sosial ekonomi.
  6. Hasil pemeringkatan relatif terhadap keluarga lain tetap menempatkan keluarga pada kelompok yang sama.

Karena itu, tujuan pembaruan bukan memastikan angka turun, tetapi memastikan data benar.

Jangan Membuat Data Keluarga Terlihat Miskin

Keinginan mendapatkan bansos sebaiknya tidak mendorong tindakan seperti memalsukan kondisi pekerjaan, menyembunyikan aset, membuat foto rumah menyesatkan, atau memberikan keterangan penghasilan yang tidak benar.

DTSEN digunakan agar bantuan dapat diberikan kepada keluarga yang memang membutuhkan. Kemensos dan BPS juga melakukan pemeriksaan lapangan atau ground checking untuk memastikan validitas kondisi sosial ekonomi.

Jika data sebenarnya sudah sesuai tetapi hasilnya desil 6-10, tidak ada prosedur yang sah untuk memaksa angka menjadi desil 4.

Sebaliknya, jika kondisi ekonomi memang berubah, misalnya kehilangan pekerjaan atau terjadi perubahan besar dalam rumah tangga, laporkan perubahan tersebut secara jujur.

Waspadai Jasa Penurunan Desil Bansos

Kemunculan sistem desil juga berpotensi dimanfaatkan pihak yang menawarkan jasa untuk “menurunkan desil”, “memasukkan nama ke DTSEN”, atau “meloloskan PKH”.

Tidak ada alasan untuk memberikan uang kepada orang yang menjanjikan angka desil tertentu. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan data sosial ekonomi dan proses resmi pemerintah.

Beberapa tawaran yang patut dicurigai antara lain:

  • menjamin desil 8 menjadi desil 3;
  • meminta uang agar masuk PKH;
  • meminta password aplikasi Cek Bansos;
  • meminta kode OTP;
  • menawarkan perubahan data tanpa verifikasi;
  • meminta foto KTP dan KK melalui akun tidak jelas;
  • menjamin bansos cair setelah transfer biaya administrasi.

Gunakan layanan pemerintah dan hindari memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak memiliki kewenangan.

Cara Membaca Status Setelah Desil Diperbarui

Setelah melewati masa pemutakhiran, pengecekan dapat dilakukan kembali menggunakan NIK. Jangan hanya memperhatikan angka desil.

Periksa pula apakah terdapat informasi program bantuan yang muncul. Ada perbedaan antara posisi kesejahteraan dan status kepesertaan program.

Gambaran sederhananya:

Hasil pengecekanMakna
Desil 1-4, belum ada PKHMasuk kelompok yang dapat diusulkan, belum tentu ditetapkan
Desil 1-4, ada PKHTercatat menerima PKH sesuai status sistem
Desil 1-4, ada SembakoTercatat pada Program Sembako sesuai status
Desil 5Dapat diusulkan untuk PBI-JK sesuai ketentuan
Desil 6-10Berada di luar kelompok prioritas PKH/Sembako berdasarkan keterangan Cek Bansos
Desil tidak sesuai kondisiAjukan pemutakhiran data

Tabel tersebut membantu menghindari kesalahpahaman bahwa angka desil adalah satu-satunya syarat pencairan.

Cara Agar Data DTSEN Tetap Sesuai Kondisi Keluarga

Pemutakhiran sebaiknya tidak dilakukan hanya ketika bantuan berhenti. Setiap perubahan penting dalam keluarga perlu tercermin dalam administrasi dan data pemerintah.

Beberapa perubahan yang patut diperhatikan adalah pergantian pekerjaan, anggota keluarga meninggal, pindah tempat tinggal, perubahan KK, perubahan kepemilikan aset, dan perubahan kondisi ekonomi.

Kemensos menekankan DTSEN bersifat dinamis karena kehidupan masyarakat terus berubah. Pemutakhiran menjadi bagian penting agar pemerintah tidak mempertahankan penerima yang sudah sejahtera sekaligus dapat memasukkan keluarga yang baru jatuh miskin.

Semakin sesuai data dengan keadaan sebenarnya, semakin baik pula dasar yang digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran program.

Ringkasan Cara Menurunkan Desil Secara Resmi

Bagi keluarga yang sekarang tercatat di desil 6-10 tetapi kondisi ekonominya sudah tidak sesuai dengan data, langkah yang perlu dilakukan sebenarnya cukup jelas.

Pertama, cek desil melalui layanan resmi menggunakan NIK. Kedua, identifikasi informasi sosial ekonomi yang tidak sesuai. Ketiga, ajukan pemutakhiran melalui desa/kelurahan dan Dinas Sosial atau menggunakan saluran resmi di aplikasi Cek Bansos.

Setelah itu, data akan melewati pemeriksaan dan peringkat kesejahteraan dapat dihitung kembali secara periodik. Pemerintah secara resmi menyatakan desil bersifat dinamis dan dapat diperbarui apabila tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Tidak perlu mencari jasa penurunan desil atau melakukan perubahan kondisi secara sengaja. Tidak ada pihak yang dapat secara sah menjamin desil tertentu maupun memastikan bantuan langsung cair.

Baca juga: Cek Desil di dtsen-form.bps.go.id dan Perbarui Data Jika Tidak Sesuai

Desil 6-10 Bukan Akhir, tetapi Data Harus Sesuai Kenyataan

Masuk desil 6-10 memang dapat membuat sebuah keluarga berada di luar kelompok yang saat ini dapat diusulkan untuk PKH dan Program Sembako. Namun, kondisi tersebut masih dapat diperiksa kembali apabila peringkat kesejahteraan tidak menggambarkan keadaan sosial ekonomi yang sebenarnya.

Cara menurunkan desil yang sah bukan dengan meminta aparat mengganti angka atau memanipulasi kondisi keluarga. Jalan yang tersedia adalah memutakhirkan data DTSEN melalui desa/kelurahan, Dinas Sosial, atau aplikasi Cek Bansos dengan memberikan informasi sesuai keadaan nyata. Setelah data diperiksa, desil dapat dihitung kembali secara periodik.

Jika hasil terbaru kemudian menempatkan keluarga pada desil 1-4, keluarga dapat masuk kelompok yang dapat diusulkan untuk PKH atau Program Sembako sesuai persyaratan masing-masing program. Posisi desil tetap bukan jaminan bantuan pasti cair, tetapi menjadi salah satu dasar penting pemerintah dalam menentukan siapa yang lebih membutuhkan bantuan sosial.

Leave a Comment