Kementerian Agama mengapresiasi kehadiran Persis Times, aplikasi astronomi Islam yang dikembangkan Dewan Hisab dan Rukyat Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis). Aplikasi tersebut dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi astronomi Islam melalui layanan digital yang lebih praktis.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan perkembangan teknologi membuka ruang yang lebih luas untuk menghadirkan layanan keagamaan yang mudah dijangkau masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hisab dan Rukyat Pengurus Pusat Persis atas inovasinya dalam mengembangkan aplikasi astronomi Islam, Persis Times,” ujar Arsad.
Menurutnya, kehadiran Persis Times menjadi kontribusi positif dalam memperkuat literasi astronomi Islam. Berbagai informasi yang berkaitan dengan kebutuhan ibadah dan ilmu falak dapat ditemukan dalam satu platform.
Satu Aplikasi untuk Berbagai Informasi Astronomi Islam
Persis Times menghadirkan sejumlah layanan yang berkaitan dengan astronomi Islam, mulai dari informasi hisab dan rukyat, waktu salat, arah kiblat, hingga data astronomi lainnya.
Integrasi tersebut membuat masyarakat dapat mengakses berbagai informasi dalam satu aplikasi. Kehadiran layanan seperti ini juga dapat membantu memperkenalkan astronomi Islam kepada masyarakat yang sebelumnya tidak banyak bersentuhan dengan kajian ilmu falak.
“Persis Times menyajikan informasi hisab dan rukyat, waktu salat, arah kiblat, serta berbagai data astronomi Islam secara terintegrasi dalam satu platform yang mudah digunakan,” jelas Arsad.
Ia menilai kemudahan penggunaan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan layanan keagamaan berbasis teknologi. Namun, kemudahan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan akurasi informasi dan dasar keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Perkembangan aplikasi astronomi Islam juga dinilai dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain untuk kebutuhan praktis, layanan tersebut berpotensi menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat yang ingin mengenal astronomi Islam.
Baca juga: Gempa NTT Ganggu Layanan Gereja dan Pendidikan Katolik, Kemenag Siapkan Bantuan
Metode Perhitungan Dibuka kepada Pengguna
Salah satu aspek yang mendapat perhatian Kemenag adalah transparansi dalam pengembangan Persis Times. Aplikasi ini menerapkan prinsip scientific transparency sehingga pengguna dapat mengetahui metode dan parameter yang digunakan dalam proses perhitungan.
Keterbukaan tersebut penting karena informasi astronomi Islam memiliki keterkaitan langsung dengan sejumlah kebutuhan ibadah. Pengguna tidak hanya membutuhkan hasil perhitungan, tetapi juga dapat memahami dasar ilmiah yang digunakan untuk menghasilkan informasi tersebut.
Arsad menilai transparansi metode dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang tersedia. Di sisi lain, keterbukaan tersebut juga memberikan kesempatan kepada kalangan akademik untuk melakukan kajian dan pengembangan lebih lanjut.
“Transparansi metode dan parameter perhitungan menjadi bagian penting agar informasi yang disajikan dapat dipahami dan ditelusuri, termasuk oleh kalangan akademisi dan peneliti,” katanya.
Prinsip tersebut sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kajian astronomi Islam secara lebih luas. Data dan metode yang dapat dipahami pengguna akan memudahkan proses validasi serta perbandingan dalam penelitian.
Inovasi Keagamaan Tidak Berhenti pada Teknologi
Kemenag mengingatkan bahwa digitalisasi layanan keagamaan seharusnya tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi. Setiap inovasi perlu memiliki manfaat yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Arsad menyebut arah tersebut sejalan dengan perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar terhadap pengembangan layanan keagamaan yang memberikan dampak nyata bagi umat.
“Layanan keagamaan harus memberikan dampak yang nyata bagi umat. Karena itu, inovasi dan pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk menghadirkan layanan yang mudah diakses, akurat, transparan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Persis Times menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas akses terhadap informasi keagamaan. Layanan yang sebelumnya membutuhkan akses kepada sumber atau lembaga tertentu kini dapat dikemas dalam platform yang lebih mudah digunakan masyarakat.
Kehadiran aplikasi tersebut juga memperlihatkan peluang kolaborasi antara organisasi keagamaan, akademisi, pemerintah, dan pengembang teknologi. Kolaborasi semacam itu dapat menghasilkan layanan yang tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki fondasi keilmuan yang kuat.
Baca juga: Bukan Cuma Urus Nikah, KUA Kini Siapkan 48 Standar Layanan untuk Masyarakat
Kemenag Dorong Pengembangan Persis Times
Arsad berharap Persis Times terus dikembangkan setelah peluncurannya. Pembaruan diperlukan agar aplikasi dapat mengikuti kebutuhan pengguna dan perkembangan teknologi yang terus berubah.
Menurutnya, penyempurnaan dapat dilakukan pada berbagai aspek, termasuk tampilan aplikasi, pembaruan data, serta perluasan akses untuk pengguna berbagai perangkat.
“Ke depan saya berharap aplikasi ini terus disempurnakan, baik dari sisi antarmuka, pembaruan data maupun perluasan akses bagi pengguna perangkat iOS agar manfaatnya semakin luas,” katanya.
Perluasan akses menjadi salah satu hal penting karena layanan astronomi Islam memiliki pengguna dengan kebutuhan yang beragam. Aplikasi yang dapat digunakan pada lebih banyak perangkat akan membuat informasi tersebut semakin mudah dijangkau.
Pembaruan data juga perlu dilakukan secara konsisten agar informasi yang diberikan tetap relevan. Pengembangan berkelanjutan akan menentukan sejauh mana Persis Times dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Persis Times Dinilai Layak Menjadi Salah Satu Rujukan
Kehadiran Persis Times mendapat sambutan positif dari Kemenag karena menawarkan pendekatan digital sekaligus mempertahankan aspek ilmiah dalam penyajian informasi astronomi Islam.
Arsad menyambut aplikasi tersebut sebagai bagian dari perkembangan layanan astronomi Islam di Indonesia. Ia berharap Persis Times dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas.
“Saya menyambut baik dan merekomendasikan Persis Times sebagai salah satu rujukan astronomi Islam di Indonesia. Semoga peluncuran Persis Times berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi umat,” pungkas Arsad.
Kehadiran aplikasi astronomi Islam seperti Persis Times menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan ilmu falak kepada masyarakat. Dengan dukungan data yang transparan, pembaruan informasi, serta akses yang semakin luas, layanan semacam ini berpeluang memperkuat literasi astronomi Islam di Indonesia.