Batas pendaftaran AICIS+ 2026 di Cirebon tinggal beberapa hari lagi. Per 23 Agustus 2026, laman resmi konferensi masih mencantumkan periode 10–30 Agustus sebagai masa registrasi sekaligus pengumpulan abstrak bagi calon peserta yang ingin mengikuti rangkaian konferensi tahun ini.
Konferensi internasional tersebut akan digelar di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 17–20 November 2026. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-25 AICIS, dengan tema “Revitalizing Islamic Civilization for Sustainable Life: Local Heritage, Technological Innovation, and Human Flourishing.”
Pendaftaran sudah berjalan, peserta mulai berdatangan
Minat terhadap AICIS+ 2026 terlihat dari perkembangan pendaftaran yang disampaikan panitia. Dalam informasi yang dipublikasikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 22 Agustus, tercatat 445 author sudah melakukan registrasi dan 72 di antaranya telah mengirimkan abstrak.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pendaftaran bukan sekadar agenda yang baru diumumkan, tetapi sudah memasuki tahap pengumpulan karya dari peserta. Bagi calon penulis yang belum menyelesaikan registrasi, batas 30 Agustus menjadi tanggal penting karena setelah periode tersebut proses berlanjut ke seleksi abstrak.
AICIS tahun ini membawa isu yang lebih luas
AICIS+ 2026 tidak hanya ditempatkan sebagai forum untuk membahas studi Islam dalam pengertian yang sempit. Penyelenggara memperluas cakupan pembahasan ke persinggungan Islam dengan ilmu pengetahuan, teknologi, masyarakat, lingkungan, serta persoalan kemanusiaan.
Tema utama yang diangkat adalah revitalisasi peradaban Islam untuk kehidupan berkelanjutan, dengan tiga gagasan yang menjadi penekanan, yakni warisan lokal, inovasi teknologi, dan kemanusiaan. Tema tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah subtema yang dapat menjadi ruang bagi peneliti dari latar belakang berbeda.
Beberapa bidang yang tercantum dalam agenda AICIS+ 2026 antara lain pemikiran Islam dan kajian Al-Qur’an, hadis, kecerdasan buatan dan techno-religion, ekoteologi, tata kelola inklusif, keuangan sosial Islam, kesehatan publik, pendidikan, transformasi teknologi, serta warisan Nusantara.
Siapa yang bisa mengikuti AICIS+ 2026?
Konferensi ini terbuka bagi kalangan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi, pembuat kebijakan, organisasi masyarakat, hingga peserta internasional. Panitia juga membedakan keikutsertaan antara presenter, non-presenter, dan listener.
Bagi peserta yang ingin mempresentasikan penelitian, prosesnya dimulai dengan membuat akun dan melengkapi profil sebelum mengirimkan abstrak melalui dashboard. Sementara peserta yang tidak menjadi presenter tetap dapat mengikuti konferensi sesuai kategori partisipasi yang tersedia.
Registrasi dilakukan melalui sistem AICIS+ 2026
Pendaftaran calon peserta dilakukan secara daring melalui sistem resmi AICIS+ 2026. Pada halaman registrasi, peserta diminta mengisi nama lengkap, alamat email, foto profil, nomor WhatsApp, kata sandi, captcha, serta memilih kategori pendaftaran yang tersedia.
Sistem registrasi juga menunjukkan pilihan Author dan Student Competition. Bagi calon presenter, kategori author berkaitan dengan proses pengiriman karya ilmiah dalam rangkaian Call for Papers.
Setelah akun dibuat, proses tidak berhenti pada pendaftaran akun. Calon presenter perlu melanjutkan ke dashboard untuk melengkapi kebutuhan submission sesuai ketentuan konferensi.
Baca juga: Kapan Maulid Nabi 2026? Ini Tanggal dan Hari Liburnya
30 Agustus menjadi batas yang perlu dicatat
Jadwal resmi AICIS+ 2026 menetapkan 10–30 Agustus 2026 sebagai periode pengumpulan abstrak. Setelah itu, abstrak yang masuk akan melalui tahap seleksi pada 1–5 September dan hasil abstrak yang diterima dijadwalkan diumumkan pada 7 September.
Peserta yang abstraknya diterima masih memiliki tahapan berikutnya. Pengumpulan full paper dijadwalkan sampai 20 Oktober, kemudian proses seleksi naskah berlangsung pada 20–30 Oktober.
Jadwal tersebut membuat calon peserta perlu membedakan antara registrasi akun, pengiriman abstrak, dan pengumpulan artikel lengkap. Membuat akun saja belum berarti proses pengajuan karya ilmiah telah selesai.
Setelah abstrak diterima, masih ada proses seleksi
Panitia AICIS+ 2026 menerapkan beberapa tahapan sebelum peserta sampai pada sesi presentasi. Situs resmi konferensi menjelaskan adanya pemeriksaan administratif, termasuk kesesuaian template, tingkat plagiarisme, dan kesesuaian dengan cakupan konferensi, sebelum abstrak masuk ke proses blind review.
Abstrak yang lolos kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan full paper. Naskah lengkap tersebut kembali melalui proses seleksi sebelum peserta memperoleh informasi mengenai sesi dan ruangan presentasi.
Rangkaian ini penting dipahami oleh calon peserta karena pendaftaran AICIS bukan sekadar membeli tiket untuk hadir di sebuah acara. Bagi presenter, terdapat proses akademik yang menentukan apakah penelitian dapat masuk ke sesi presentasi konferensi.
Cirebon bukan sekadar lokasi penyelenggaraan
Pemilihan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah memberikan warna tersendiri pada AICIS tahun ini. Kampus tersebut merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang memiliki fokus kuat pada pengembangan pendidikan berbasis siber.
Panitia juga menyiapkan program yang menghubungkan agenda konferensi dengan kekhasan Cirebon. Salah satunya adalah program “Napak Tilas” yang mengangkat sejarah Cirebon sebagai ruang pertemuan tradisi Islam, perdagangan, budaya, dan perkembangan pengetahuan.
Pendekatan tersebut membuat AICIS+ 2026 tidak hanya berbicara tentang gagasan yang dibawa ke ruang konferensi. Identitas lokal Cirebon juga ditempatkan sebagai bagian dari pembahasan mengenai warisan Islam dan perkembangan peradaban.
Ada ruang khusus bagi mahasiswa
Selain konferensi utama, AICIS+ 2026 juga membuka Student Spotlight Competition bagi mahasiswa sarjana dari perguruan tinggi keagamaan Islam. Kompetisi tersebut menggunakan format presentasi video dan tersedia dalam jalur bahasa Inggris serta bahasa Arab.
Pendaftaran kompetisi mahasiswa dibuka mulai 10 Agustus sampai 30 September 2026. Peserta diminta membuat video berdurasi 4–7 menit dengan memilih salah satu tema resmi AICIS+ 2026.
Program tersebut memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam rangkaian AICIS tanpa harus mengikuti format Call for Papers konferensi utama. Penyelenggara juga menyiapkan hadiah uang dan peluang beasiswa S2 bagi pemenang tertentu dalam kompetisi tersebut.
Baca juga: Mau Daftar PKN STAN 2026? Cek Dulu Kuota, Batas Usia, Nilai Minimum, dan Jalur yang Sesuai
Konferensi utama berlangsung pada November
Setelah seluruh proses seleksi akademik selesai, AICIS+ 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni 17–20 November 2026 di Cirebon. Informasi mengenai pembagian ruang breakout session dijadwalkan diumumkan pada 5 November.
Panitia juga menjadwalkan distribusi guide book konferensi pada 10 November sebelum rangkaian acara dimulai. Dengan jadwal tersebut, peserta yang abstraknya diterima masih memiliki waktu untuk mempersiapkan presentasi dan kebutuhan kehadiran sebelum konferensi berlangsung.
Bagi calon peserta yang baru mengetahui informasi AICIS+ 2026 sekarang, tahap yang paling mendesak adalah melihat jadwal pendaftaran dan abstrak. Batas 30 Agustus 2026 masih menjadi tenggat terdekat untuk calon presenter dalam konferensi utama.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui sistem resmi AICIS+ 2026 dengan membuat akun terlebih dahulu. Setelah akun aktif, peserta perlu mengikuti tahapan submission yang tersedia sesuai kategori keikutsertaan dan ketentuan konferensi.
AICIS+ 2026 kemudian akan mempertemukan proses akademik tersebut dengan agenda yang lebih besar di Cirebon pada November. Dengan tema yang menghubungkan warisan lokal, teknologi, dan kehidupan berkelanjutan, konferensi tahun ini tidak hanya membawa nama AICIS sebagai forum kajian Islam, tetapi juga membuka ruang pertemuan dengan isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat.