Persiapan kafilah untuk menghadapi Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Kota Yogyakarta terus dilakukan. Kantor Urusan Agama (KUA) Wirobrajan memberikan pembekalan khusus melalui pelatihan tahfidz intensif untuk mematangkan kemampuan peserta sebelum mengikuti perlombaan.
Pelatihan tersebut berlangsung di Balai Nikah KUA Wirobrajan pada Jumat (14/8). Kegiatan menjadi bagian dari pembinaan agar peserta tidak hanya memiliki hafalan yang kuat, tetapi juga lebih siap secara mental dan teknis ketika berhadapan dengan materi perlombaan.
Peserta Mendapat Penguatan Hafalan
Pembinaan menghadirkan Ustadz Zuban dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran pembina dari LPTQ DIY diharapkan memberikan tambahan pengalaman dan teknik kepada peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi STQH.
Materi pelatihan diarahkan pada sejumlah kebutuhan peserta, terutama dalam menjaga hafalan yang telah dikuasai. Peserta juga mendapatkan penguatan materi serta berbagai cara untuk mempertahankan hafalan agar tetap lancar ketika harus disampaikan di hadapan dewan penguji.
Latihan dilakukan secara intensif dengan memperhatikan kemampuan peserta. Selain mengulang hafalan, peserta diberikan kesempatan untuk menguji kesiapan melalui simulasi soal yang dirancang menyerupai kebutuhan dalam perlombaan.
Simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan karena peserta dapat mengetahui sejauh mana penguasaan materi sebelum mengikuti kompetisi. Latihan secara langsung juga membantu peserta membangun kepercayaan diri sekaligus membiasakan diri menghadapi situasi perlombaan.
Baca juga: Bukan Cuma Urus Nikah, KUA Kini Siapkan 48 Standar Layanan untuk Masyarakat
Memutqinkan Hafalan Sebelum Berlaga
Penguatan hafalan menjadi perhatian utama dalam pelatihan kali ini. Peserta didorong untuk tidak hanya mengingat ayat yang telah dihafalkan, tetapi juga mampu mempertahankan kelancaran hafalan ketika mendapatkan pertanyaan atau menghadapi kondisi yang berbeda dari latihan sehari-hari.
Proses tersebut dikenal sebagai memutqinkan hafalan, yakni memperkuat hafalan agar semakin kokoh dan tidak mudah mengalami kesalahan. Tahapan ini penting bagi peserta yang akan membawa nama kafilah dalam ajang STQH tingkat Kota Yogyakarta.
Pembinaan juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan masukan secara langsung dari pembimbing. Kesalahan dalam hafalan dapat segera diketahui dan diperbaiki sehingga peserta memiliki waktu untuk melakukan evaluasi sebelum perlombaan berlangsung.
Salah satu peserta menyampaikan apresiasi atas pembekalan yang diberikan KUA Wirobrajan. Dukungan tersebut dinilai membantu peserta mempersiapkan diri dengan lebih baik.
“Terima kasih KUA Wirobrajan atas bekal yang diberikan. Semoga pengiriman kafilah sukses dan sukses hasil,” ungkap salah satu peserta.
Baca juga: Biaya Nikah Resmi Kemenag 2026: KUA Gratis, Akad di Luar Kantor Rp600 Ribu
KUA Wirobrajan Siapkan Kafilah Lebih Percaya Diri
Pembinaan tahfidz menjadi bagian dari komitmen KUA Wirobrajan dalam mendukung peserta yang akan mengikuti STQH Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga mendorong peserta agar memiliki kesiapan dalam menjaga dan mengembangkan kemampuan Al-Quran.
Pelatihan intensif memberikan ruang bagi peserta untuk berlatih secara terarah sebelum tampil dalam kompetisi. Pendampingan seperti ini diharapkan dapat membantu peserta menghadapi perlombaan dengan persiapan yang lebih matang.
Kesiapan kafilah tidak hanya ditentukan oleh jumlah hafalan yang dikuasai. Ketelitian, kelancaran, kemampuan menjaga konsentrasi, serta kesiapan menghadapi pertanyaan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan selama masa pembinaan.
KUA Wirobrajan berharap pembekalan tersebut memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Dukungan dari pembimbing dan lingkungan KUA diharapkan semakin menumbuhkan semangat peserta untuk berlatih dan memberikan penampilan terbaik.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, kafilah STQH Kota Yogyakarta diharapkan mampu tampil lebih siap ketika kompetisi dimulai. KUA Wirobrajan pun menegaskan komitmennya untuk memberikan pembinaan terbaik agar para peserta siap tampil, siap berjuang, dan mampu mengukir prestasi dalam ajang STQH Kota Yogyakarta.