Ratusan aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian selama bertahun-tahun. Penghargaan tersebut diberikan kepada ASN yang telah menunjukkan kesetiaan, dedikasi, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya kembali menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama pada awal Januari 2026. Penerimanya tidak hanya berasal dari kantor Kemenag provinsi maupun kabupaten/kota, tetapi juga guru madrasah, pengawas, penyuluh agama, dosen, tenaga kependidikan, hingga ASN pada perguruan tinggi keagamaan.
Daftar penerima tersebar di berbagai satuan kerja sehingga jumlahnya cukup banyak. Beberapa kantor Kemenag bahkan menyerahkan penghargaan kepada puluhan hingga hampir seratus ASN dalam satu momentum, dengan masa pengabdian 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.
Baca juga: CKG Masuk Pesantren, Skrining TBC Diperluas untuk Jutaan Santri dan Siswa Madrasah
Penghargaan Diberikan Berdasarkan Masa Pengabdian
Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan negara yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil sebagai penghargaan atas pengabdian dalam jangka waktu tertentu. Di lingkungan Kemenag, kategori yang paling banyak terlihat dalam penganugerahan 2026 adalah masa pengabdian 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.
Ketiga kategori tersebut memiliki makna yang berbeda dari sisi lamanya pengabdian. Semakin panjang masa kerja yang memenuhi ketentuan, semakin tinggi kategori Satyalancana Karya Satya yang diberikan.
| Masa Pengabdian | Kategori Penghargaan | Sebutan |
|---|---|---|
| 10 tahun | Satyalancana Karya Satya X | Perunggu |
| 20 tahun | Satyalancana Karya Satya XX | Perak |
| 30 tahun | Satyalancana Karya Satya XXX | Emas |
Penyematan penghargaan tersebut dilakukan di berbagai daerah dan unit kerja. Pada Kemenag Jakarta Barat misalnya, 19 ASN menerima penghargaan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 124/TK/Tahun 2025, terdiri dari empat penerima masa pengabdian 30 tahun, 12 penerima 20 tahun, dan tiga penerima 10 tahun.
Daftar Penerima Satyalancana Karya Satya di Kemenag Kalimantan Timur
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur menyerahkan Satyalancana Karya Satya kepada 14 ASN pada peringatan HAB ke-80. Penerima berasal dari beberapa bidang pekerjaan di lingkungan Kanwil Kemenag.
Rinciannya terdiri atas tiga ASN dengan masa pengabdian 30 tahun, sembilan ASN dengan masa pengabdian 20 tahun, dan dua ASN dengan masa pengabdian 10 tahun. Penghargaan tersebut didasarkan pada Petikan Keputusan Presiden Nomor 2/TK/Tahun 2025 dan Nomor 124/TK/Tahun 2025.
Nama penerima yang diumumkan Kanwil Kemenag Kalimantan Timur antara lain:
Satyalancana Karya Satya 30 Tahun
- Drs. Abdul Kudus
- Drs. Anak Agung Gede Raka Ardita
- Kalsum Zaini Rasul, S.Pd.
Ketiganya berasal dari bidang tugas yang berbeda. Abdul Kudus tercatat sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bidang Pendidikan Madrasah, Anak Agung Gede Raka Ardita sebagai Pembimbing Masyarakat Hindu, sedangkan Kalsum Zaini Rasul bertugas sebagai Analis Pengembangan Peserta Didik pada Bidang PAKIS.
Satyalancana Karya Satya 20 Tahun
Penerima kategori 20 tahun di antaranya Mulyati, S.Kom. dan Lestari, M.Pd.K. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas masa pengabdian mereka sebagai ASN di lingkungan Kemenag.
Daftar penerima kategori 20 tahun masih mencakup beberapa ASN lain yang diumumkan dalam berita resmi Kanwil Kemenag Kalimantan Timur.
Satyalancana Karya Satya 10 Tahun
Kategori 10 tahun diberikan kepada dua ASN dalam daftar penerima Kanwil Kemenag Kalimantan Timur. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian yang telah memenuhi masa kerja sesuai ketentuan.
58 ASN Kemenag Parigi Moutong Masuk Daftar Penerima
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu satuan kerja dengan jumlah penerima yang cukup banyak. Sebanyak 58 ASN menerima Satyalancana Karya Satya dalam rangkaian HAB ke-80 Kemenag.
Dari daftar tersebut terdapat ASN dengan masa pengabdian 30 tahun dan 20 tahun, termasuk sejumlah pegawai yang telah menjadi bagian dari perjalanan awal Kantor Kemenag Parigi Moutong.
Dua penerima yang mendapat perhatian adalah Munawarah dan Hastuti. Keduanya merupakan saudara kandung yang sama-sama telah mengabdi selama 30 tahun di lingkungan Kementerian Agama. Munawarah bertugas sebagai pengawas madrasah, sedangkan Hastuti merupakan pengelola layanan operasional pada Subbagian Tata Usaha.
Penerima lain untuk masa pengabdian 20 tahun adalah Deddy Sidiki, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Parigi Moutong. Sejumlah ASN yang disebut sebagai pegawai pada masa awal keberadaan Kantor Kemenag di daerah tersebut juga menerima penghargaan, yakni Farhan, Reswita Indriyani, Ismail Masunang, Ruhmin, Marjan, Muhammad Sodiq, dan Abdul Rahim.
46 ASN Kemenag Kabupaten Bandung Mendapat Penghargaan
Penghargaan serupa diberikan kepada 46 ASN Kemenag Kabupaten Bandung pada Februari 2026. Penerimanya terdiri atas guru madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, serta pengawas di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bandung.
Penganugerahan tersebut dilakukan dalam upacara di Lapangan Kementerian Agama Kabupaten Bandung. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian, kesetiaan, dan dedikasi ASN selama menjalankan tugas.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa Satyalancana Karya Satya bukan sekadar tanda penghargaan, tetapi juga amanah yang perlu dijaga melalui peningkatan tanggung jawab dan kualitas pelayanan.
95 ASN Kemenag Purbalingga Menerima Satyalancana
Jumlah penerima yang lebih besar tercatat di Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Sebanyak 95 ASN menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dalam peringatan HAB ke-80.
Komposisinya terdiri atas:
- 90 ASN penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun.
- 5 ASN penerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun.
Daftar tersebut memperlihatkan bahwa penghargaan tidak hanya diberikan kepada pejabat struktural. Guru dan ASN yang menjalankan pelayanan pendidikan maupun administrasi juga termasuk dalam penerima penghargaan.
Penganugerahan tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan negara terhadap ASN yang telah menjalankan tugas dalam waktu panjang. Bagi lingkungan Kemenag, pengabdian tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan pendidikan, keagamaan, dan administrasi masyarakat.
54 ASN Kemenag Sleman Juga Menerima Penghargaan
Kementerian Agama Kabupaten Sleman mencatat 54 ASN yang memperoleh Satyalancana Karya Satya pada momentum HAB ke-80. Penerima terbagi menjadi tiga kelompok masa pengabdian.
Rinciannya adalah:
- 9 ASN dengan masa pengabdian 30 tahun.
- 18 ASN dengan masa pengabdian 20 tahun.
- 27 ASN dengan masa pengabdian 10 tahun.
Salah satu penerima kategori 30 tahun adalah Drs. Aris Sunandar, guru IPA MTsN 10 Sleman. Ia menerima penghargaan setelah menjalani pengabdian panjang sebagai ASN dan pendidik di lingkungan madrasah.
Selain Aris Sunandar, terdapat puluhan ASN lain yang menerima penghargaan dari berbagai unit kerja di lingkungan Kemenag Sleman. Hal tersebut menunjukkan luasnya cakupan penghargaan, mulai dari guru hingga pegawai administrasi.
Dua Guru MAN 3 Banjarmasin Terima Penghargaan 20 Tahun
Dari lingkungan madrasah, dua guru MAN 3 Kota Banjarmasin juga masuk dalam daftar penerima Satyalancana Karya Satya. Hamdani dan Muhammad Yunus menerima penghargaan untuk masa pengabdian 20 tahun.
Penyematan penghargaan dilakukan dalam apel di lingkungan Kantor Kemenag Kota Banjarmasin pada Februari 2026. Keduanya dinilai telah menunjukkan konsistensi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap guru madrasah yang telah menjalani masa pengabdian panjang dalam dunia pendidikan.
Daftar Penerima di Kemenag Jakarta Barat
Kemenag Kota Jakarta Barat mencatat 19 penerima Satyalancana Karya Satya pada HAB ke-80. Berdasarkan keputusan yang menjadi dasar pemberian penghargaan, komposisinya adalah empat ASN untuk masa pengabdian 30 tahun, 12 ASN untuk masa pengabdian 20 tahun, dan tiga ASN untuk masa pengabdian 10 tahun.
Salah satu nama yang disebut dalam pemberitaan resmi adalah Budi Haerawan, yang menerima penghargaan atas masa pengabdiannya. Ia menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
Penerima lainnya berasal dari berbagai unit kerja Kemenag Jakarta Barat. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HAB ke-80 yang berlangsung pada awal Januari 2026.
Penerima dari Perguruan Tinggi Keagamaan
Satyalancana Karya Satya tidak hanya diberikan kepada ASN pada kantor Kemenag. Perguruan tinggi keagamaan negeri yang berada dalam lingkungan Kementerian Agama juga memiliki ASN yang menerima penghargaan tersebut.
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, misalnya, mencatat 22 ASN penerima Satyalancana Karya Satya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 124/TK/Tahun 2025. Sebanyak 14 orang menerima kategori 20 tahun dan delapan orang menerima kategori 10 tahun.
Nama penerima kategori 20 tahun antara lain:
- I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si.
- Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M.Si.
- Rohana Sari, S.Ag., M.Pd.H.
- Sapturie, S.Ag., M.A.P.
- Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si.
- Armadiansyah, S.Ag.
- Nyoman Sarma, S.Ag., M.Fil.H.
- Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si.
- Buhol, S.Ag., M.Si.
- Hendri, S.Ag., M.Si.
- Wentin, S.Ag., M.Pd.H.
- Dr. Wayan Gebu, S.Ag., M.Fil.H.
- Lilik, S.Ag., M.Pd.H.
- Putu Mei Lisnawati, A.Md.
Sementara penerima kategori 10 tahun adalah:
- Suryanto, S.Pd., M.Pd.
- Dewa Putu Dibya Prayojana, S.E.
- Winawati, S.Pd., M.Pd.
- Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag., M.Fil.H.
- I Gusti Bagus Arya Pradnja Paramitha, S.Kom., M.Kom.
- Komang Suarta, S.Ag., M.Si.
- Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H.
- Irmawati, S.E.
29 ASN IAIN Kendari Masuk Daftar Penerima
IAIN Kendari juga menjadi salah satu perguruan tinggi keagamaan yang mencatat cukup banyak penerima Satyalancana Karya Satya. Sebanyak 29 ASN menerima penghargaan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 124/TK/Tahun 2025.
Komposisinya terdiri atas empat ASN dengan masa pengabdian 30 tahun, 17 ASN dengan masa pengabdian 20 tahun, dan delapan ASN dengan masa pengabdian 10 tahun.
Empat penerima kategori 30 tahun yang disebutkan adalah Prof. Dr. H. Herman, M.Pd.I., Dra. Marlina, M.Pd.I., Dr. Mansyur, M.Pd., dan Dr. Abdul Kadir, M.Pd.
Penerima kategori 20 tahun dan 10 tahun berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan IAIN Kendari.
21 Guru dan Staf MTsN 1 Kota Bengkulu Menerima Penghargaan
Lingkungan madrasah juga mencatat penerima dalam jumlah cukup banyak. Sebanyak 21 guru dan staf Tata Usaha MTsN 1 Kota Bengkulu memperoleh Satyalancana Karya Satya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 124/TK/Tahun 2025.
Tiga penerima untuk masa pengabdian 30 tahun adalah Dra. Syamsiah, Zetmi Heriyanti, M.Pd., dan Olita Anggaraini, M.T.Pd.
Sementara penerima kategori 20 tahun terdiri atas Lusi Lara Santi, Ningsih Fahruddin, Nurmawati, Rita Sari Hasmuniar, Yudi Nuryadin Sumantri, Hazna Fatmawita, Zurida, Muhammad Mukhti, Deni Sartika, Destin Habibah Setiawati, Elsi Setiawati, Rismayenti, Erzon Mahyudi, Erni Fahniarti, Aceng Sirojudin, Agus Delianto, Fatma, dan Yusvita Sari.
Daftar tersebut menunjukkan bahwa penghargaan Satyalancana Karya Satya menjangkau berbagai posisi di satuan pendidikan, bukan hanya kepala madrasah.
Penerima di Kota Batam Juga Berasal dari Berbagai Unit Kerja
Pada peringatan HAB ke-80 di Kota Batam, Satyalancana Karya Satya juga disematkan kepada ASN Kemenag yang telah memenuhi masa pengabdian. Upacara berlangsung di MAN 1 Batam pada 3 Januari 2026.
Pemberian penghargaan dilakukan sebagai apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian ASN kepada negara. Penerima berasal dari lingkungan kerja Kemenag Kota Batam dengan kategori masa pengabdian yang berbeda.
Daftar penerima di setiap daerah memang tidak selalu memiliki komposisi yang sama. Ada kantor yang didominasi penerima 20 tahun, sementara daerah lain memiliki penerima 10 tahun dan 30 tahun dalam jumlah lebih banyak.
Daftar Penerima Terus Bertambah Berdasarkan Satuan Kerja
Istilah “daftar lengkap penerima Satyalancana Karya Satya di lingkungan Kemenag” perlu dipahami dengan hati-hati. Kementerian Agama memiliki satuan kerja yang sangat luas, mulai dari kantor pusat, kanwil, Kankemenag kabupaten/kota, madrasah negeri, perguruan tinggi keagamaan, hingga unit pelaksana lainnya.
Karena itu, tidak semua penerima diumumkan dalam satu berita yang sama. Sebagian daftar dipublikasikan oleh kantor Kemenag masing-masing setelah penghargaan disematkan pada upacara HAB atau kegiatan resmi lainnya.
Data yang telah diumumkan menunjukkan besarnya jumlah penerima. Kemenag Purbalingga mencatat 95 penerima, Parigi Moutong 58 penerima, Sleman 54 penerima, Kabupaten Bandung 46 penerima, dan sejumlah satuan kerja lainnya juga mengumumkan puluhan penerima.
Kondisi tersebut membuat daftar nasional jauh lebih panjang daripada nama-nama yang dapat dimuat dalam satu pemberitaan daerah.
Satyalancana Karya Satya Bukan Sekadar Penghargaan Masa Kerja
Lamanya masa pengabdian memang menjadi salah satu unsur yang terlihat jelas dalam kategori penghargaan. Namun, makna Satyalancana Karya Satya tidak berhenti pada hitungan tahun bekerja.
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap pengabdian PNS yang menjalankan tugas dengan kesetiaan, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Karena itu, penyematannya kerap menjadi bagian penting dalam peringatan HAB Kementerian Agama.
Bagi ASN yang menerima, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa masa pengabdian yang panjang membawa tanggung jawab untuk mempertahankan kualitas pelayanan. Harapan tersebut disampaikan dalam sejumlah penganugerahan di lingkungan Kemenag pada 2026.
Nama Penerima Bisa Berbeda di Setiap Daerah
Penerima Satyalancana Karya Satya di lingkungan Kemenag tidak hanya berasal dari satu jenis profesi. Guru, pengawas, penghulu, penyuluh agama, pejabat struktural, tenaga administrasi, dosen, hingga pegawai pada berbagai unit kerja dapat masuk dalam daftar sepanjang memenuhi ketentuan.
Perbedaan unit kerja juga membuat daftar nama yang muncul di setiap daerah tidak sama. Karena itu, pencarian berdasarkan nama kantor atau kabupaten/kota sering kali lebih efektif bagi keluarga maupun rekan kerja yang ingin memastikan seorang ASN menerima penghargaan.
Informasi resmi dari Kemenag daerah menjadi rujukan yang paling tepat untuk mengetahui nama penerima pada satuan kerja tertentu. Daftar dapat diperbarui ketika kantor atau unit lain mempublikasikan hasil penganugerahan.
Pengabdian Panjang ASN Kemenag Mendapat Pengakuan Negara
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya pada 2026 memperlihatkan panjangnya perjalanan pengabdian ASN di lingkungan Kementerian Agama. Dari guru madrasah hingga dosen perguruan tinggi keagamaan, para penerima datang dari berbagai latar pekerjaan dan wilayah di Indonesia.
Nama-nama yang telah diumumkan mencakup penerima 10 tahun, 20 tahun, hingga 30 tahun pengabdian. Jumlahnya juga tersebar luas sehingga daftar penerima tidak berhenti pada satu kantor atau satu provinsi saja.
Bagi yang sedang mencari nama penerima Satyalancana Karya Satya Kemenag 2026, informasi paling akurat perlu dicocokkan dengan satuan kerja tempat ASN bertugas. Penganugerahan yang berlangsung sepanjang rangkaian HAB ke-80 menjadi salah satu momentum penting untuk memberikan penghargaan atas pengabdian panjang para aparatur Kementerian Agama kepada negara dan masyarakat.