Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan duka mendalam atas gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah situasi darurat, ia meminta seluruh jajaran Kementerian Agama di NTT segera turun melakukan pendataan sekaligus membantu masyarakat yang terdampak.
Gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menimbulkan dampak di sejumlah wilayah Flores. Kondisi tersebut membuat proses penanganan dan pendataan korban menjadi perhatian pemerintah serta berbagai pihak yang berada di lapangan.
Nasaruddin menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak ingin berhenti pada penyampaian belasungkawa. Jajaran Kemenag diminta mengambil langkah konkret untuk mengetahui kondisi warga dan fasilitas keagamaan yang terkena dampak.
“Saya Nasaruddin Umar, baik sebagai pribadi maupun sebagai Menteri Agama, menghaturkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kami di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), atas musibah gempa yang terjadi,” ujar Nasaruddin.
Baca juga: Gempa NTT Ganggu Layanan Gereja dan Pendidikan Katolik, Kemenag Siapkan Bantuan
Kemenag Diminta Segera Data Dampak Gempa
Instruksi khusus diberikan kepada jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT. Pendataan diminta dilakukan secara cepat agar kebutuhan korban dan kerusakan fasilitas yang berada di bawah lingkungan Kemenag dapat segera diketahui.
Objek pendataan tidak hanya menyangkut pegawai Kemenag. Sekolah keagamaan, madrasah, pondok pesantren, rumah ibadah, serta keluarga besar Kemenag yang terdampak juga menjadi bagian yang perlu diperiksa.
“Saya mengimbau kepada segenap karyawan dan pegawai Kementerian Agama yang ada di NTT untuk sesegera mungkin proaktif melakukan pendataan dan langkah-langkah penanganan secepat mungkin,” tegas Nasaruddin.
Menurutnya, informasi dari lapangan sangat dibutuhkan untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan. Pendataan juga menjadi langkah awal agar penanganan terhadap fasilitas pendidikan dan keagamaan yang mengalami kerusakan tidak terlambat.
Kemenag juga menyiapkan dukungan tanggap darurat untuk membantu meringankan beban masyarakat. Seluruh potensi yang dimiliki kementerian di daerah diminta digunakan secara optimal sesuai kebutuhan di lapangan.
Madrasah hingga Rumah Ibadah Jadi Perhatian
Gempa tidak hanya berdampak terhadap permukiman warga, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan dan keagamaan. Karena itu, Kemenag memberikan perhatian khusus terhadap kondisi madrasah, sekolah keagamaan, pesantren, dan rumah ibadah.
Pendataan terhadap fasilitas tersebut penting untuk memastikan kegiatan belajar maupun aktivitas keagamaan dapat kembali berjalan setelah situasi memungkinkan. Kondisi keluarga besar Kemenag di wilayah terdampak juga menjadi bagian dari penanganan.
“Terutama melakukan pendataan pada lingkungan sekolah keagamaan, pondok pesantren, madrasah, rumah ibadah, serta keluarga besar Kemenag yang terdampak,” lanjut Nasaruddin.
Langkah cepat tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai dampak bencana. Data dari daerah nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan bantuan dan dukungan yang diperlukan.
Baca juga: Kemenag Apresiasi Persis Times, Aplikasi Astronomi Islam yang Gabungkan Hisab hingga Arah Kiblat
Menag Pastikan Korban Tidak Sendirian
Di tengah kondisi bencana, Nasaruddin juga menyampaikan pesan penguatan kepada masyarakat Flores yang terdampak. Ia meminta warga tetap tabah menghadapi situasi dan memastikan pemerintah bersama masyarakat Indonesia akan berupaya memberikan pertolongan.
Pesan tersebut disampaikan untuk menguatkan korban yang sedang menghadapi dampak bencana, termasuk mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun harus mengungsi akibat kerusakan.
“Jangan khawatir, kalian tidak sendiri. Tentu pemerintah bersama segenap warga bangsa Indonesia, khususnya umat beragama, akan ikut memberikan bantuan dan pertolongan,” ungkap Nasaruddin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap optimistis sambil menghadapi proses pemulihan. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar warga terdampak tidak menghadapi masa tanggap darurat seorang diri.
Nasaruddin kemudian menyampaikan doa bagi masyarakat Flores agar diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Doa kami selalu menyertai Bapak dan Ibu sekalian. Ya Tuhan, ya Allah, ya Rabbi, berikanlah kekuatan kepada saudara-saudara kami yang terdampak musibah ini,” tutupnya.
Bantuan Tanggap Darurat Dipercepat
Arahan Menag menjadi bagian dari upaya Kemenag merespons kondisi pascagempa di NTT. Fokus awal diarahkan pada pendataan dan penanganan kebutuhan mendesak masyarakat serta fasilitas yang berada dalam lingkungan pelayanan keagamaan.
Kondisi di lapangan masih dapat berubah seiring proses evakuasi dan pendataan. Karena itu, jajaran Kemenag di daerah diharapkan terus berkoordinasi agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Kehadiran jajaran pemerintah di tengah warga terdampak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Selain bantuan material, dukungan moral dan pendampingan juga diperlukan agar masyarakat dapat melewati masa sulit setelah gempa.
Kemenag memastikan potensi sumber daya yang dimiliki akan diarahkan untuk membantu penanganan sesuai kapasitas kementerian. Respons cepat tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas pendidikan dan keagamaan di wilayah terdampak.