BeZakat 2026 Dibuka, Lulusan SMA hingga MA Bisa Kuliah S1 Full Funded Selama 4 Tahun

Kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan dukungan pembiayaan penuh kembali tersedia melalui Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2026.

Program yang melibatkan Kementerian Agama, BAZNAS, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) ini menyasar lulusan pendidikan menengah yang memenuhi persyaratan akademik sekaligus kriteria penerima manfaat zakat.

BeZakat memberikan pembiayaan studi jenjang S1 hingga maksimal 48 bulan atau empat tahun. Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi calon mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan.

Pendaftaran BeZakat 2026 berlangsung secara daring mulai 24 Agustus sampai 7 September 2026. Artinya, masih ada waktu bagi calon peserta untuk memeriksa dokumen, memastikan status penerimaan di perguruan tinggi, dan menyelesaikan pendaftaran sebelum batas waktu.

Pendaftaran BeZakat 2026 Berlangsung hingga 7 September

Informasi terbaru mengenai jadwal menunjukkan bahwa pendaftaran online dibuka pada 24 Agustus hingga 7 September 2026. Setelah periode tersebut berakhir, panitia akan melakukan pemeriksaan administrasi sebelum peserta masuk ke tahapan seleksi berikutnya.

Seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung 8-15 September 2026. Hasil seleksi administrasi kemudian menjadi dasar bagi peserta yang berhak mengikuti wawancara.

Rangkaian seleksi tidak berhenti pada pemeriksaan berkas. Peserta juga akan dinilai melalui wawancara mengenai potensi diri, aspek ruhiyah, akademik, serta komitmen dan kepribadian bersama orang tua atau wali.

TahapanJadwal
Pendaftaran online24 Agustus-7 September 2026
Seleksi administrasi8-15 September 2026
Pengumuman administrasi17 September 2026
Wawancara potensi diri, ruhiyah dan akademik23 September-9 Oktober 2026
Pengumuman hasil wawancara14 Oktober 2026
Wawancara bersama orang tua/waliOktober-November 2026
Pengumuman kelulusanNovember 2026
Orientasi calon penerimaDesember 2026

Beasiswa Ini Menyasar Lulusan SMA, SMK, MA hingga Pesantren

Sasaran BeZakat cukup luas karena tidak hanya ditujukan bagi lulusan sekolah umum. Lulusan SMA, SMK, MA, STM, maupun pendidikan setara dari lingkungan pesantren dapat mengikuti program sepanjang memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Prioritas diberikan kepada kelompok mustahik, khususnya fakir dan miskin, serta calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik atau keagamaan. Aktivitas organisasi, dakwah, dan kegiatan sosial juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses seleksi.

Salah satu ketentuan penting adalah peserta harus sudah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi negeri tujuan untuk semester gasal Tahun Akademik 2026/2027. Jalur yang diterima merupakan kelas reguler sehingga kelas karyawan, eksekutif, jarak jauh, dan internasional tidak termasuk dalam skema ini.

Baca juga: Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen 2026, Ini Fungsi Surat Pernyataan dan Surat Rekomendasi

Nilai Rapor Minimal 80 Menjadi Salah Satu Syarat

Calon peserta harus berstatus Warga Negara Indonesia dan beragama Islam. Dari sisi akademik, nilai rata-rata rapor semester I sampai V sekurang-kurangnya 80 menjadi salah satu persyaratan utama.

Persyaratan tersebut menunjukkan bahwa BeZakat tidak hanya melihat kondisi ekonomi calon penerima. Kemampuan akademik dan potensi untuk menyelesaikan pendidikan tinggi tetap menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan peserta.

Dokumen yang diminta juga cukup banyak. Karena itu, calon pendaftar sebaiknya tidak menyiapkan berkas ketika mendekati hari terakhir pendaftaran.

Dokumen Kondisi Ekonomi Ikut Diverifikasi

Dokumen administrasi mencakup identitas calon peserta dan keluarga, mulai dari KTP, KK, ijazah, rapor, pas foto, hingga dokumen penerimaan perguruan tinggi.

Calon peserta juga diminta menyiapkan SKTM dan keterangan penghasilan orang tua. Bukti cek desil melalui situs Cek Bansos serta dokumentasi kondisi rumah turut menjadi bagian dari dokumen yang perlu diperhatikan.

Permintaan dokumen tersebut berkaitan dengan karakter BeZakat sebagai beasiswa yang bersumber dari pendayagunaan zakat. Kementerian Agama sendiri telah mengatur bahwa pendayagunaan zakat dapat diarahkan untuk peningkatan kualitas umat, termasuk melalui akses pendidikan dan pemberian beasiswa.

Baca juga: Punya Prestasi tetapi Sulit Menembus Kampus Dunia? FSD Hadir Menjembatani Kesenjangan Kesiapan Akademik

Ada Dua Esai yang Harus Disiapkan

Seleksi BeZakat juga meminta peserta mengunggah dua esai dalam format PDF dengan panjang maksimal 1.500 kata untuk masing-masing tulisan.

Esai pertama berupa Personal Statement dengan tema “Perjalanan Hidupku dan Mimpiku untuk Memberi Manfaat”. Isinya mencakup latar belakang diri, tantangan yang pernah dihadapi, motivasi, prestasi, serta rencana dan cita-cita.

Esai kedua mengangkat gagasan proyek perubahan. Peserta diminta menawarkan solusi terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat, baik melalui pendidikan, teknologi, maupun kewirausahaan sosial.

Bagian ini menarik karena seleksi tidak hanya mengukur kemampuan menulis. Gagasan yang disampaikan dapat menjadi gambaran mengenai kepedulian peserta terhadap persoalan di sekitarnya dan rencana kontribusinya setelah memperoleh pendidikan tinggi.

BeZakat Bukan Sekadar Membayar Biaya Kuliah

Skema BeZakat sebelumnya menunjukkan bahwa program ini memiliki cakupan pembiayaan yang lebih luas daripada sekadar uang kuliah. Dalam pelaksanaan 2025, Kemenag menyebut skema full funded mencakup UKT, biaya hidup, tunjangan laptop, transportasi, dan atribut beasiswa.

Pada program 2025, total pembiayaan empat tahun bahkan disebut dapat mencapai sekitar Rp140,5 juta untuk penerima di PTN dan Rp99,7 juta di PTKIN. Besaran dan komponen pembiayaan tersebut menjadi gambaran mengenai skala dukungan yang diberikan melalui program BeZakat, meski ketentuan penerima 2026 tetap perlu mengikuti panduan tahun berjalan.

Program tersebut juga tidak berhenti pada pembiayaan pendidikan. Pelaksanaan BeZakat sebelumnya memasukkan pembinaan akademik, mental, keterampilan sosial, serta kegiatan aksi sosial bagi penerima.

Penerima Harus Memenuhi Komitmen Selama Studi

Status sebagai penerima BeZakat membawa sejumlah konsekuensi. Peserta yang lolos harus mematuhi ketentuan program, termasuk larangan menerima beasiswa lain yang menyebabkan double funding serta ketentuan terkait status studi dan perguruan tinggi.

Penerima juga tidak diperbolehkan pindah kampus atau program studi tanpa ketentuan yang membolehkan. Beberapa aturan menyangkut perilaku dan komitmen pribadi juga harus dipahami sejak awal sebelum mendaftar.

Pemalsuan dokumen atau data merupakan pelanggaran serius. Sanksinya dapat berupa penghentian beasiswa dan kewajiban mengembalikan pembiayaan yang telah diterima sesuai ketentuan program.

Cara Daftar BeZakat 2026

Pendaftaran BeZakat 2026 dilakukan secara online melalui portal resmi Beasiswa Kementerian Agama. Calon peserta perlu memastikan seluruh persyaratan sudah siap sebelum mengirimkan formulir karena berkas akan diperiksa pada tahap seleksi administrasi.

Berikut langkah pendaftaran BeZakat 2026:

  1. Buka portal resmi Beasiswa Kementerian Agama melalui beasiswa.kemenag.go.id.
  2. Buat akun pendaftaran apabila belum memiliki akun.
  3. Login menggunakan akun yang telah dibuat.
  4. Lengkapi profil peserta, termasuk identitas diri, data keluarga, pendidikan, prestasi, dan pengalaman organisasi.
  5. Isi formulir pendaftaran BeZakat sesuai data sebenarnya.
  6. Siapkan dan unggah seluruh dokumen yang dipersyaratkan dalam format yang telah ditentukan.
  7. Pastikan dokumen seperti KTP, KK, rapor, ijazah, LoA Unconditional, dokumen ekonomi keluarga, serta dokumen pendukung lainnya dapat dibaca dengan jelas.
  8. Unggah dua esai yang dipersyaratkan, yakni Personal Statement dan Proyek Perubahan.
  9. Periksa kembali seluruh data dan dokumen sebelum menekan tombol Submit.
  10. Setelah pendaftaran berhasil dikirim, simpan bukti pendaftaran dan pantau informasi seleksi melalui portal resmi.

Calon peserta sebaiknya tidak menunggu hari terakhir untuk mengirimkan formulir. Kesalahan data, dokumen yang tidak terbaca, atau berkas yang belum lengkap dapat menyulitkan proses verifikasi administrasi.

Informasi mengenai program beasiswa juga sebaiknya diperiksa melalui kanal resmi Kementerian Agama untuk menghindari informasi yang keliru atau tautan pendaftaran tidak resmi.

Pendaftar Perlu Memeriksa LoA Sebelum Mengisi Formulir

Persyaratan LoA Unconditional menjadi salah satu hal yang membedakan BeZakat dari sejumlah beasiswa yang masih membuka jalur bagi calon mahasiswa yang belum diterima di perguruan tinggi.

Karena itu, calon peserta perlu memastikan status penerimaan di PTN tujuan sejak awal. Dokumen yang berkaitan dengan UKT, KRS, dan tagihan semester pertama juga harus dipersiapkan sesuai ketentuan pendaftaran.

Bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, kombinasi antara status ekonomi, prestasi, kegiatan sosial, dan kesiapan akademik menjadi faktor penting. BeZakat pada akhirnya bukan sekadar kompetisi mendapatkan bantuan kuliah, tetapi juga proses seleksi untuk mencari calon penerima yang dinilai mampu memanfaatkan pendidikan sekaligus memberikan manfaat lebih luas.

Pendaftaran BeZakat 2026 masih berlangsung hingga 7 September. Calon peserta yang memenuhi kriteria sebaiknya menggunakan waktu yang tersedia untuk memastikan seluruh dokumen sudah sesuai sebelum mengirimkan pendaftaran.

Buku adalah jendela dunia, membaca bisa membuat kita lebih tahu banyak hal. Di transformasi sekarang ini, membaca yang paling mudah yaitu lewat internet. Kita dapat menemukan beragam informasi dari genggaman kita.

Leave a Comment