MAN 1 Yogyakarta Bekali Siswa Kelas XII Hadapi TKA dan Seleksi Kampus 2027

Persiapan menuju perguruan tinggi mulai diarahkan lebih serius di MAN 1 Yogyakarta. Ratusan siswa kelas XII mendapat pembekalan melalui seminar motivasi yang tidak hanya membahas strategi menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), tetapi juga menekankan pentingnya karakter, kedisiplinan dan kesiapan mental.

Seminar bertajuk “Perang Siasat: Strategi Sukses TKA dan Raih Kampus Idaman 2027” tersebut berlangsung di Aula Lantai 2 MAN 1 Yogyakarta, Rabu (5/8/2026). Konsultan pendidikan Muhammad Amin hadir sebagai narasumber untuk memberikan gambaran mengenai persiapan yang perlu dilakukan siswa sejak masa sekolah.

Materi seminar diarahkan agar siswa tidak melihat keberhasilan masuk perguruan tinggi hanya dari sisi nilai. Kemampuan akademik tetap menjadi bagian penting, tetapi proses menuju kampus yang diinginkan juga membutuhkan fokus, kebiasaan belajar, dukungan keluarga serta karakter yang kuat.

Persiapan TKA dimulai dari kebiasaan belajar

Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto mengatakan pembinaan akademik perlu berjalan bersama dengan penguatan karakter siswa. Menurutnya, persiapan menghadapi TKA tidak cukup dilakukan dengan mengejar materi pelajaran tanpa membangun sikap dan kebiasaan yang mendukung proses belajar.

Edi berharap pembekalan tersebut membantu siswa kelas XII menghadapi tahun terakhir di madrasah dengan persiapan yang lebih matang. Selain mengejar prestasi, siswa diharapkan tetap membawa nilai akhlakul karimah dalam proses mencapai cita-cita.

“Prestasi yang diraih akan menjadi lebih bermakna apabila dibangun di atas nilai-nilai akhlakul karimah,” ujar Edi Triyanto.

Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam seminar. Siswa diajak memahami bahwa capaian akademik sebaiknya tidak dipisahkan dari sikap terhadap orang tua, guru dan lingkungan sekitar.

Baca juga: Jadwal Resmi Pelaksanaan TKA Madrasah 2026 untuk MI, MTs, dan MA

Muhammad Amin tekankan pentingnya niat dan fokus

Muhammad Amin mengawali pembekalannya dengan pesan mengenai niat. Menurutnya, tujuan belajar perlu diperjelas agar siswa memiliki alasan yang kuat ketika menghadapi tekanan selama proses persiapan menuju perguruan tinggi.

“Kalau ingin sukses, luruskan dulu niatnya.”

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak mengabaikan peran orang tua. Doa dan dukungan keluarga dinilai dapat menjadi kekuatan ketika siswa menghadapi masa belajar yang padat dan persaingan masuk perguruan tinggi.

Konsistensi juga menjadi perhatian dalam materi seminar. Siswa didorong membangun kebiasaan belajar yang teratur dan mampu menjaga perhatian dari berbagai hal yang dapat mengganggu konsentrasi.

Menurut Amin, siswa juga tidak perlu ragu belajar dari pengalaman orang-orang yang telah berhasil. Kisah perjalanan tokoh yang mampu mencapai keberhasilan meskipun menghadapi keterbatasan dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda.

“Dengan meneladani pola pikir, disiplin, dan kebiasaan orang-orang hebat ini, setiap dari kalian akan terinspirasi dan termotivasi untuk sukses karena banyak orang hebat lahir dari keterbatasan,” kata Amin.

Permainan logika menguji konsentrasi siswa

Penyampaian materi tidak dilakukan dalam bentuk ceramah sepanjang acara. Muhammad Amin mengajak siswa mengikuti sejumlah permainan logika yang menguji konsentrasi, cara berpikir dan kemampuan menyelesaikan persoalan.

Kegiatan interaktif tersebut membuat suasana seminar lebih dinamis. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak mengalami langsung bagaimana konsentrasi dan ketenangan dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan.

Kemampuan berpikir sistematis menjadi salah satu hal yang ditekankan melalui permainan tersebut. Siswa diingatkan bahwa persoalan dalam proses pendidikan maupun kehidupan tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan hafalan.

Kreativitas dan kemampuan melihat persoalan dari berbagai sudut juga diperlukan. Keterampilan semacam itu dapat membantu siswa ketika menghadapi soal yang membutuhkan penalaran sekaligus berbagai tantangan setelah memasuki perguruan tinggi.

Siswa diajak mengenali potensi diri

Seminar kemudian berlanjut dengan kegiatan refleksi menggunakan gambar sederhana. Siswa diminta membuat gambar yang kemudian digunakan sebagai media untuk membantu mengenali kecenderungan karakter dan potensi diri.

Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk melihat kembali kemampuan dan karakter masing-masing. Pemahaman terhadap diri sendiri dapat membantu menentukan cara belajar yang lebih sesuai serta mempertimbangkan pilihan pendidikan setelah lulus.

Bagi siswa kelas XII, masa menjelang kelulusan memang menjadi periode penting untuk menentukan langkah berikutnya. Pilihan jurusan dan perguruan tinggi membutuhkan pertimbangan yang tidak hanya didasarkan pada popularitas sebuah kampus, tetapi juga kemampuan, minat dan rencana masa depan.

Baca juga: KUA Wirobrajan Intensifkan Pelatihan Tahfidz Jelang STQH Kota Yogyakarta

Madrasah dorong siswa lebih disiplin menghadapi tahun terakhir

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 1 Yogyakarta Wakhid Hasyim mengapresiasi antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan. Ia berharap materi yang diperoleh tidak berhenti setelah seminar berakhir, tetapi diterapkan dalam rutinitas belajar.

“Semoga seminar ini menjadi penyemangat bagi para murid untuk belajar lebih disiplin, mengenali potensi dirinya, serta terus menjaga akhlak dalam setiap proses belajar,” tutur Wakhid Hasyim.

Pembekalan semacam ini menjadi bagian dari pendampingan madrasah bagi siswa yang sedang mempersiapkan masa transisi dari pendidikan menengah menuju perguruan tinggi. TKA menjadi salah satu agenda yang perlu dipersiapkan, sementara pilihan kampus membutuhkan perencanaan yang lebih panjang.

MAN 1 Yogyakarta menempatkan persiapan akademik dan pembentukan karakter sebagai dua hal yang berjalan beriringan. Siswa diharapkan tidak hanya mampu mengejar target nilai, tetapi juga memiliki ketahanan belajar, kemampuan mengenali diri dan sikap yang baik ketika menghadapi proses seleksi pendidikan lanjutan.

Seminar tersebut akhirnya membawa pesan bahwa perjalanan menuju perguruan tinggi tidak dibangun dalam waktu singkat. Kedisiplinan belajar, fokus, dukungan keluarga, akhlak dan keberanian untuk terus berkembang menjadi bekal yang perlu dijaga siswa kelas XII sebelum menentukan langkah menuju kampus dan masa depan yang diinginkan.

Leave a Comment