17.845 Pohon Ditanam Mahasiswa UIN Siber Cirebon, Jadi Kado Kemerdekaan Sekaligus Rekor MURI

Sebanyak 17.845 pohon ditanam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama masyarakat pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Jumlah tersebut bukan angka biasa karena sengaja dipilih untuk mengingatkan pada tanggal Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945.

Gerakan penghijauan itu dilakukan serentak di berbagai wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu. Aksi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lokal 2026 tersebut kemudian mendapat pengakuan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

MURI mencatatnya sebagai “Penanaman Pohon Terbanyak di Lingkungan Fasilitas Umum oleh Mahasiswa KKN bersama Masyarakat (17.845 Pohon)”. Pencatatan tersebut menjadi Rekor MURI ke-12.862 yang dianugerahkan kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Angka 17.845 Dipilih sebagai Simbol Kemerdekaan

Pemilihan jumlah pohon menjadi salah satu bagian menarik dari aksi penghijauan tersebut. Angka 17.845 dirancang untuk merepresentasikan 17 Agustus 1945, tanggal yang menjadi titik penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa pencapaian rekor bukan tujuan utama dari gerakan tersebut. Perhatian justru diarahkan pada bagaimana ribuan pohon yang sudah ditanam dapat terus dirawat setelah kegiatan KKN selesai.

“Rekor MURI adalah bentuk apresiasi terhadap sebuah karya. Namun, bagi kami, makna yang jauh lebih penting adalah bagaimana 17.845 pohon yang telah ditanam dapat terus hidup, tumbuh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” ujarnya, Senin (17/8/2026).

Pandangan tersebut membuat kegiatan penghijauan ini tidak berhenti pada seremoni penyerahan penghargaan. Ada tanggung jawab lanjutan dari mahasiswa dan masyarakat untuk memastikan tanaman yang sudah berada di ruang publik dapat bertahan dan tumbuh.

Ribuan Mahasiswa Turun ke Desa

Skala kegiatan tersebut terlihat dari jumlah mahasiswa dan lokasi yang terlibat. Sebanyak 2.204 mahasiswa KKN Tematik Lokal 2026 menjalankan penanaman melalui 145 kelompok KKN.

Lokasinya tersebar di 140 desa dan kelurahan pada 27 kecamatan. Penanaman diarahkan ke fasilitas umum serta lingkungan masyarakat sehingga manfaat tanaman diharapkan dapat dirasakan langsung oleh warga.

Sebelum penanaman, mahasiswa juga melakukan pemetaan lingkungan dan berkomunikasi dengan masyarakat desa untuk menentukan lokasi yang sesuai. Keterlibatan warga menjadi bagian penting karena keberlangsungan pohon setelah mahasiswa menyelesaikan KKN sangat bergantung pada perawatan di tingkat lokal.

Kegiatan tersebut melibatkan 113 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Pemerintah desa, masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak lokal turut menjadi bagian dari pelaksanaan program penghijauan tersebut.

Perwakilan MURI Sri Widayani menilai keterlibatan mahasiswa yang sedang menjalankan KKN bersama masyarakat menjadi salah satu nilai penting dari pencatatan tersebut. Kegiatan penanaman dalam jumlah besar biasanya digerakkan pemerintah, lembaga, atau instansi, sedangkan program ini membawa mahasiswa langsung ke desa-desa untuk bekerja bersama warga.

KKN Tidak Hanya Berakhir Setelah Program Selesai

Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan tersebut sekaligus memperluas makna Kuliah Kerja Nyata. Mahasiswa tidak hanya datang ke masyarakat untuk menyelesaikan program kerja, tetapi juga belajar memahami persoalan lingkungan dan mencari bentuk kontribusi yang dapat dilanjutkan oleh warga.

“KKN harus menjadi ruang pembelajaran sekaligus ruang pengabdian. Mahasiswa belajar dari masyarakat, kemudian menghadirkan solusi bersama masyarakat. Karena itu, menanam pohon bukan hanya menanam tanaman, tetapi menanam kesadaran, kepedulian, dan harapan untuk generasi mendatang,” ujar Prof. Aan.

Konsep tersebut membuat kegiatan penghijauan memiliki dua sisi sekaligus. Mahasiswa memperoleh pengalaman pengabdian secara langsung, sementara masyarakat mendapatkan tambahan vegetasi yang diharapkan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Pohon yang ditanam di ruang publik juga berpotensi memberikan manfaat sederhana yang dapat dirasakan warga. Vegetasi dapat membantu membuat lingkungan lebih teduh, mendukung kualitas udara, menjaga ekosistem lokal, dan memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Rekor MURI Bukan Tujuan Akhir

Penghargaan MURI menjadi catatan tersendiri bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Namun, pihak kampus memilih menempatkan pencapaian tersebut sebagai apresiasi atas kerja bersama, bukan sebagai akhir dari program.

Rekor tersebut dianugerahkan kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan kategori penanaman pohon terbanyak di lingkungan fasilitas umum oleh mahasiswa KKN bersama masyarakat. Penyerahan penghargaan dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI pada Senin, 17 Agustus 2026.

Kehadiran MURI juga memperkuat perhatian terhadap aspek sosial dari kegiatan tersebut. Jumlah pohon memang menjadi ukuran pencapaian, tetapi keterlibatan ribuan mahasiswa dan masyarakat membuat gerakan ini memiliki dimensi yang lebih luas.

Pihak kampus berharap pohon-pohon tersebut tidak hanya terlihat saat momentum kemerdekaan. Tanaman yang tumbuh beberapa tahun mendatang justru akan menjadi ukuran apakah program tersebut benar-benar meninggalkan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Kemenag Dorong Pendekatan Spiritual untuk Cegah Karhutla, Ekoteologi Jadi Salah Satu Solusi

Menanam Pohon sebagai Cara Mengisi Kemerdekaan

Prof. Aan menghubungkan langsung gerakan penghijauan tersebut dengan makna kemerdekaan. Menurutnya, perayaan HUT RI tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diterjemahkan menjadi karya yang memberikan manfaat.

“Angka 17.845 mengingatkan kita pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati, tetapi harus diisi dengan karya yang bermanfaat. Salah satunya adalah menjaga bumi yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tandasnya.

Pesan tersebut memberikan makna berbeda pada kegiatan penanaman pohon tahun ini. Jika 17 Agustus mengingatkan masyarakat pada perjuangan mendapatkan kemerdekaan, 17.845 pohon menjadi simbol tanggung jawab generasi sekarang dalam merawat hasil perjuangan tersebut.

Manfaatnya pun tidak dirancang hanya untuk dirasakan dalam waktu singkat. Pohon yang tumbuh dan bertahan dapat memberikan dampak lingkungan dalam jangka panjang, termasuk bagi anak-anak dan generasi yang belum merasakan langsung momentum kemerdekaan tahun ini.

Ada 2.204 Mahasiswa di Balik Gerakan Penghijauan

Besarnya kegiatan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan banyak pihak. Selain 2.204 mahasiswa, program ini didukung 113 DPL, 145 ketua kelompok KKN, pemerintah desa, masyarakat, dan unsur lain yang terlibat di lapangan.

Kegiatan tersebar di 145 titik kelompok KKN dengan cakupan 140 desa atau kelurahan di 27 kecamatan. Sebaran tersebut membuat penanaman pohon tidak terkonsentrasi di satu kawasan, tetapi masuk ke berbagai ruang publik dan lingkungan tempat masyarakat beraktivitas.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kampus. Mereka berhadapan langsung dengan kondisi lingkungan, berdiskusi dengan warga, menentukan kebutuhan lokasi, kemudian menjalankan program bersama masyarakat.

Model pengabdian semacam ini menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa dapat menghasilkan dampak yang lebih panjang ketika dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pohon yang ditanam menjadi bentuk hasil fisik, sedangkan keterlibatan warga menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutannya.

Baca juga: HUT ke-81 RI, KH Anwar Iskandar Ajak Masyarakat Jaga NKRI dan Perkuat Persatuan

Kado Kemerdekaan yang Diharapkan Bertahan Puluhan Tahun

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memilih cara yang tidak biasa untuk memperingati HUT ke-81 RI. Alih-alih hanya menghadirkan kegiatan yang selesai dalam satu hari, kampus tersebut meninggalkan ribuan tanaman yang diharapkan terus tumbuh setelah perayaan kemerdekaan berakhir.

Rekor MURI mungkin menjadi berita utama pada saat penanaman dilakukan. Namun, nilai sebenarnya dari program tersebut baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, ketika pohon-pohon itu tumbuh, memberikan keteduhan, dan menjadi bagian dari lingkungan masyarakat.

Makna angka 17.845 pun akan semakin kuat apabila setiap pohon dapat bertahan. Jumlah tersebut bukan sekadar simbol tanggal kemerdekaan, melainkan pengingat bahwa mengisi kemerdekaan juga dapat dilakukan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.

Gerakan mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon akhirnya memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat diwujudkan melalui banyak bentuk. Tahun ini, ribuan mahasiswa memilih menanam pohon bersama masyarakat sebagai bentuk pengabdian sekaligus meninggalkan warisan lingkungan untuk masa depan.

Leave a Comment