Ribuan ASN Kemenag Jombang Ikuti Kemah 2026, Ada Pembekalan hingga Pakta Integritas

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang kembali menggelar Kemah ASN 2026 sebagai ruang bersama untuk memperkuat jiwa korsa, membangun soliditas, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur. Kegiatan tahun kedua ini melibatkan ribuan ASN dari berbagai status kepegawaian di lingkungan Kemenag Jombang.

Kemah ASN 2026 berlangsung selama dua hari, 14–15 Agustus 2026, di Bumi Perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) Kosambiwojo, Wonosalam, Jombang. Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65.

Sebanyak 1.171 ASN mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas 965 PPPK, 73 PNS, 93 PPPK paruh waktu, serta 40 ASN yang sebelumnya mengikuti Kemah ASN pada 2025.

Kemah ASN Dibuka Bertepatan dengan Hari Pramuka

Pembukaan Kemah ASN 2026 ditandai dengan apel di lokasi perkemahan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, bertindak sebagai pembina apel sekaligus menyampaikan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka Hari Pramuka ke-65.

Peringatan Hari Pramuka tahun ini membawa tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Pesan tersebut menjadi salah satu konteks yang mengiringi pelaksanaan Kemah ASN karena nilai kepeloporan, kemandirian, tanggung jawab, dan pengabdian dinilai relevan dengan tugas aparatur negara.

Semangat Pramuka juga ditempatkan sebagai bagian dari pembentukan karakter. Disiplin, gotong royong, persatuan, tanggung jawab, serta kemauan untuk memberikan kontribusi nyata menjadi nilai yang ingin diperkuat selama kegiatan berlangsung.

Muhajir menekankan bahwa peringatan Hari Pramuka tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut dapat digunakan untuk memperkuat karakter sekaligus mendorong setiap aparatur agar mampu menghadapi perubahan dengan tetap memegang nilai kebangsaan dan pengabdian.

Baca juga: Gempa Flores NTT, Menag Nasaruddin Umar Minta Jajaran Kemenag Bergerak Cepat

1.171 ASN Ikuti Kemah Tahun Kedua

Kemah ASN Kemenag Jombang 2026 merupakan pelaksanaan tahun kedua setelah kegiatan serupa digelar pada 2025. Perbedaan komposisi peserta menjadi salah satu hal yang terlihat pada pelaksanaan tahun ini karena terdapat ASN baru, termasuk PPPK dan PNS.

Rinciannya terdiri dari 965 PPPK, 73 PNS, 93 PPPK paruh waktu, serta 40 ASN peserta Kemah ASN 2025. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya komposisi aparatur yang perlu bergerak dalam satu visi pelayanan di lingkungan Kemenag Jombang.

Tema yang diangkat tahun ini adalah “Membangun Jiwa Korsa, Memperkuat Soliditas, Mewujudkan ASN Kemenag yang Berintegritas dan Berdampak.”

Tema tersebut tidak hanya menggambarkan tujuan kegiatan di lokasi perkemahan. Ada pesan yang lebih luas mengenai pentingnya membangun budaya kerja bersama di tengah bertambahnya jumlah dan beragamnya status kepegawaian ASN.

Muhajir Dorong ASN Menyatukan Langkah

Kepala Kemenag Jombang Muhajir menyampaikan bahwa pelaksanaan Kemah ASN menjadi bagian dari upaya menyatukan langkah seluruh aparatur.

Kehadiran ASN dari berbagai status kepegawaian membuat penguatan kebersamaan menjadi semakin penting. PNS, PPPK, maupun PPPK paruh waktu diharapkan tidak berjalan dalam kelompok masing-masing, tetapi memiliki orientasi yang sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan tahun kedua Kemah ASN yang diikuti oleh seluruh ASN. Tahun 2026 ini juga diikuti oleh PPPK dan PNS baru. Kita berupaya agar seluruh ASN dapat bersinergi, mengokohkan diri dan menyatukan langkah agar mampu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujar Muhajir.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan kemah bukan sekadar sebagai kegiatan luar ruang. Interaksi antarpegawai dari berbagai satuan kerja diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan rasa memiliki terhadap organisasi.

Materi Tidak Hanya Berisi Kegiatan Kebersamaan

Rangkaian Kemah ASN 2026 diisi dengan berbagai materi yang berkaitan langsung dengan pengembangan aparatur. Topik yang diberikan mencakup budaya kerja, karakter, wawasan kebangsaan, ketahanan keluarga, moderasi beragama, hingga pembinaan kepegawaian.

Materi tersebut disusun untuk menyentuh sisi profesional sekaligus personal ASN. Kinerja aparatur tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan pekerjaan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Sejumlah narasumber dari lingkungan Kemenag dan unsur lainnya turut memberikan pembekalan selama dua hari kegiatan.

Budaya Kerja Kembang Melati Menari Diperkenalkan

Salah satu materi pada hari pertama adalah penguatan budaya kerja Kembang Melati Menari, akronim dari Kemenag Jombang Melayani dengan Hati, Mengabdi untuk Negeri.

Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kemenag Jombang Muhajir. Pesan utama yang dibawa berkaitan dengan pentingnya menempatkan pelayanan sebagai bagian dari tanggung jawab aparatur.

Budaya kerja tersebut menjadi identitas yang diharapkan dapat diterapkan tidak hanya selama kegiatan kemah, tetapi juga ketika ASN kembali ke satuan kerja masing-masing.

Pelayanan dengan hati juga berkaitan dengan bagaimana ASN berinteraksi dengan masyarakat. Sikap ramah, responsif, terbuka, dan bertanggung jawab menjadi bagian dari kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca juga: Jadwal Orientasi Penerima Beasiswa BIB Kemenag 2026, Digelar Agustus! Ini Tahapannya

Penguatan Karakter ASN Mengacu pada Semangat Pramuka

Penguatan karakter menjadi salah satu materi penting dalam Kemah ASN 2026. Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur turut memberikan materi mengenai karakter ASN dengan membawa semangat Pramuka.

Kepeloporan dan tanggung jawab menjadi nilai yang ditekankan dalam sesi tersebut. Aparatur diharapkan tidak hanya menjalankan tugas berdasarkan rutinitas, tetapi mampu mengambil peran ketika menghadapi persoalan di lingkungan kerja.

Semangat kepeloporan juga berkaitan dengan kemampuan berinisiatif dan mencari penyelesaian terhadap persoalan pelayanan. Sikap seperti itu diperlukan agar birokrasi tidak berhenti pada pelaksanaan administrasi.

Pada kesempatan lain, peserta juga mendapatkan sosialisasi AD/ART yang disampaikan Ketua Korpri Kemenag Jombang.

Ketahanan Keluarga Menjadi Bagian dari Pembinaan ASN

Kemah ASN tahun ini juga memasukkan materi mengenai penguatan ketahanan keluarga dan parenting. Materi tersebut disampaikan Prof. Dr. Hj. Umi Dayati, M.Pd.

Pembahasan mengenai keluarga menjadi bagian penting karena kehidupan aparatur tidak hanya berlangsung di kantor. Kondisi keluarga dapat memengaruhi kesiapan seseorang menjalankan tugas, menjaga keseimbangan kehidupan, dan menghadapi tekanan pekerjaan.

Pembinaan semacam ini memberikan perspektif bahwa pengembangan ASN tidak hanya berkaitan dengan kompetensi teknis. Kemampuan menjaga hubungan keluarga dan membangun lingkungan rumah yang sehat juga memiliki kaitan dengan kualitas kehidupan aparatur.

Peserta diharapkan memperoleh bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali dari lokasi kemah.

Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan Diperkuat

Materi bela negara dan wawasan kebangsaan disampaikan oleh Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si.

Pembahasan tersebut memperkuat pesan kebangsaan yang sejak awal menjadi bagian dari pelaksanaan Kemah ASN dan peringatan Hari Pramuka.

ASN memiliki posisi strategis dalam menjalankan pelayanan pemerintahan. Karena itu, pemahaman mengenai kebangsaan, persatuan, serta tanggung jawab terhadap negara menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan karakter aparatur.

Nilai bela negara dalam konteks ASN juga dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara profesional, menjaga integritas, menaati aturan, serta memberikan pelayanan secara bertanggung jawab.

ASN BerAKHLAK Kembali Ditekankan

Penguatan karakter dilanjutkan melalui materi ASN BerAKHLAK. Nilai tersebut menjadi fondasi perilaku aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Materi yang diberikan diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta bahwa nilai organisasi harus terlihat dalam perilaku sehari-hari.

Integritas, akuntabilitas, kompetensi, harmonisasi, loyalitas, kemampuan beradaptasi, serta kolaborasi bukan sekadar istilah dalam pembinaan ASN. Seluruhnya perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan kerja yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Transformasi Mental dan Budaya Kerja Dibahas pada Malam Hari

Kegiatan pada hari pertama berlanjut pada malam hari dengan materi “Bangga Melayani Bangsa: Transformasi Mental dan Budaya Kerja ASN di Era Digital” yang disampaikan Dr. Hj. Evi Ghozali, M.Pd.

Pembahasan tersebut menyoroti perubahan tuntutan terhadap aparatur. Perkembangan teknologi membuat pelayanan publik bergerak semakin cepat, tetapi kemampuan menggunakan teknologi saja belum cukup.

Mental melayani tetap menjadi dasar. ASN dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mempertahankan sikap profesional dan orientasi pada kebutuhan masyarakat.

Budaya kerja juga perlu berkembang mengikuti perubahan tanpa menghilangkan nilai integritas dan tanggung jawab.

Moderasi Beragama Mengisi Hari Kedua

Hari kedua Kemah ASN 2026 dilanjutkan dengan materi Moderasi Beragama yang disampaikan Dr. Sholehuddin, S.Ag., M.Pd.I.

Materi ini memiliki keterkaitan kuat dengan tugas Kementerian Agama. ASN Kemenag berhadapan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang sosial dan pemahaman keagamaan yang beragam.

Pemahaman moderasi beragama diharapkan memperkuat kemampuan aparatur dalam membangun pelayanan yang adil, inklusif, dan tetap menghargai perbedaan.

Kegiatan tersebut juga memperkuat posisi ASN Kemenag sebagai bagian dari aparatur yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehidupan keagamaan yang harmonis.

Pembinaan Kepegawaian Membahas PP Nomor 94

Pembekalan pada hari kedua juga mencakup pembinaan kepegawaian terkait PP Nomor 94. Materi tersebut menghadirkan narasumber dari Kabag TU Kementerian Agama Jawa Timur.

Pembinaan mengenai disiplin kepegawaian menjadi penting karena jumlah ASN yang mengikuti Kemah 2026 cukup besar dan sebagian di antaranya merupakan pegawai yang baru bergabung.

Pemahaman terhadap aturan disiplin membantu aparatur mengetahui batasan, kewajiban, serta tanggung jawab sebagai ASN.

Kepatuhan terhadap ketentuan kepegawaian juga menjadi salah satu fondasi untuk membangun organisasi yang tertib dan profesional.

Pakta Integritas Menutup Rangkaian Kegiatan

Rangkaian Kemah ASN 2026 ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas dan kegiatan penutupan.

Pakta Integritas menjadi simbol komitmen peserta untuk membawa nilai-nilai yang telah diperoleh selama kegiatan ke lingkungan kerja masing-masing.

Komitmen tersebut menjadi penting karena tujuan utama kemah bukan berhenti pada kegiatan selama dua hari di Wonosalam. Hasil pembinaan diharapkan terlihat dalam perilaku dan kinerja setelah ASN kembali menjalankan tugas.

Dengan demikian, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan, tetapi juga dari perubahan positif yang muncul dalam pelayanan.

Dari Kemah Menuju Perubahan di Satuan Kerja

Kemah ASN 2026 dirancang agar kebersamaan yang terbentuk tidak berhenti di lokasi kegiatan. Peserta berasal dari berbagai unit sehingga kesempatan berinteraksi lintas satuan kerja menjadi bagian penting dari kegiatan.

Komunikasi yang lebih baik antarsesama ASN dapat membantu membangun koordinasi ketika kembali bekerja.

Semangat kebersamaan juga diharapkan menghasilkan budaya kerja yang lebih terbuka dan saling mendukung.

Kepala Kemenag Jombang menilai semakin besar komposisi ASN di lingkungan Kemenag, semakin penting pula membangun kesamaan visi dan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan.

Jiwa Korsa Diharapkan Berlanjut Setelah Kemah

Jiwa korsa dalam konteks kegiatan tersebut tidak hanya berarti kebersamaan selama berada di perkemahan. Nilainya diharapkan muncul dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.

ASN dari berbagai unit memiliki tugas yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui komunikasi yang lebih baik, kerja sama lintas unit, kesediaan membantu rekan kerja, serta tanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

Soliditas organisasi pada akhirnya akan terlihat dari kemampuan seluruh unsur bekerja menuju tujuan yang sama.

Pelayanan Masyarakat Menjadi Ukuran Akhir

Berbagai materi yang diberikan selama Kemah ASN pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yaitu peningkatan kualitas pelayanan.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan aparatur yang memahami aturan, tetapi juga petugas yang mampu memberikan pelayanan dengan sikap yang baik.

Kualitas pelayanan dapat dilihat dari cara ASN merespons kebutuhan masyarakat, menyampaikan informasi, menyelesaikan persoalan, dan menjalankan tugas tanpa mengabaikan integritas.

Karena itu, nilai yang diperoleh selama kemah perlu diterjemahkan dalam pekerjaan nyata.

Kemenag Jombang Ingin Membangun ASN yang Berdampak

Tema “Membangun Jiwa Korsa, Memperkuat Soliditas, Mewujudkan ASN Kemenag yang Berintegritas dan Berdampak” menjadi gambaran arah yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut.

Kata “berdampak” memiliki makna bahwa keberadaan ASN tidak cukup hanya terlihat dari pelaksanaan administrasi. Kerja aparatur diharapkan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Kinerja yang baik harus berujung pada pelayanan yang semakin mudah, ramah, transparan, dan profesional.

Semangat itu pula yang ingin dibawa peserta ketika kembali ke kantor dan satuan kerja masing-masing.

Muhajir Minta Semangat Kemah Dibawa ke Tempat Kerja

Muhajir menegaskan bahwa kebersamaan yang dibangun selama Kemah ASN tidak boleh berhenti ketika kegiatan berakhir.

“Harapannya, setelah kembali ke tempat kerja masing-masing, semangat kebersamaan ini tidak berhenti di kemah. Justru harus semakin kuat dalam bentuk kerja nyata, pelayanan yang lebih baik, dan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan akhir dari pelaksanaan Kemah ASN 2026. Dua hari kegiatan di Wonosalam diharapkan menjadi pemantik bagi perubahan budaya kerja yang lebih kuat di lingkungan Kemenag Jombang.

Kemah ASN 2026 Jadi Ruang Konsolidasi Aparatur

Kemah ASN Kemenag Jombang 2026 tidak hanya menghadirkan suasana berbeda dari rutinitas kantor. Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi 1.171 ASN untuk membangun komunikasi, memperkuat karakter, memahami kembali tanggung jawab kepegawaian, sekaligus menyamakan orientasi pelayanan.

Berbagai materi yang diberikan mulai dari budaya kerja, karakter, wawasan kebangsaan, ketahanan keluarga, ASN BerAKHLAK, moderasi beragama hingga disiplin kepegawaian menunjukkan bahwa pembinaan aparatur dilakukan dari berbagai sisi.

Setelah kegiatan berakhir, tantangan berikutnya adalah memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar terlihat dalam pekerjaan. Jiwa korsa, soliditas, integritas, dan semangat melayani baru akan memiliki makna ketika diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang lebih profesional, ramah, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jombang.

Leave a Comment