Menjadi anggota Paskibraka Tingkat Pusat bukan hasil dari latihan beberapa minggu. Bagi Adzra Khairy Fadian, perjalanan tersebut dibangun sejak kelas X melalui rutinitas latihan fisik, pembinaan akademik, hingga memperluas wawasan kebangsaan.
Siswi kelas XI IPA 1 MAN 1 Kota Serang itu terbiasa berlari sekitar tiga kilometer setiap hari. Push up dan sit up juga menjadi bagian dari rutinitas yang dijalaninya untuk mempersiapkan tubuh menghadapi seleksi yang dikenal ketat.
Kerja keras tersebut akhirnya membawanya menjadi salah satu dari 76 anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026. Adzra mewakili Provinsi Banten dan akan menjalankan tugas pada rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Adzra bersama anggota Paskibraka lainnya dikukuhkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Cita-cita yang Dipersiapkan Sejak Kelas X
Bagi Adzra, Paskibraka bukan kesempatan yang tiba-tiba muncul setelah pendaftaran dibuka. Keinginan tersebut sudah menjadi bagian dari target yang dipersiapkan sejak awal memasuki MAN 1 Kota Serang.
Kepala MAN 1 Kota Serang Muamar Hadafi mengatakan pihak madrasah sejak awal melihat kesungguhan Adzra untuk mengikuti seleksi. Pembinaan kemudian dilakukan secara bertahap agar kemampuan fisik dan akademiknya berkembang bersamaan.
“Adzra sosok yang sangat ceria dan penuh semangat dalam menjalani sekolah dan latihan. Dari awal masuk kelas 10, ia memang sudah dipersiapkan untuk menjadi Paskibraka dan memang bagian dari cita-citanya,” kata Muamar di Serang, Sabtu (15/8/2026).
Adzra mengikuti latihan secara rutin tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Sabtu. Konsistensi tersebut membawanya terpilih mewakili Paskibra tingkat Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten pada Agustus 2025.
Pengalaman itu kemudian menjadi pijakan untuk menghadapi seleksi berikutnya. Targetnya tidak lagi berhenti pada tingkat daerah, tetapi berlanjut hingga seleksi Paskibraka Tingkat Pusat.
Baca juga: Di Hadapan MPR, DPR dan DPD, Menag Panjatkan Doa untuk Indonesia
Latihan Fisik Saja Tidak Cukup
Salah satu hal yang membuat perjalanan Adzra menarik adalah keseimbangan antara latihan fisik dan kemampuan akademik. Seleksi Paskibraka tidak hanya menuntut peserta memiliki stamina serta kemampuan baris-berbaris, tetapi juga melewati berbagai tahapan penilaian lainnya.
Adzra menjalani persiapan akademik sepulang sekolah. Waktu yang tersisa setelah kegiatan belajar dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi tes yang menjadi bagian dari proses seleksi.
Hasilnya terlihat pada tahapan psikotes. Adzra berhasil menempati peringkat pertama dengan hasil sempurna.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan seorang calon Paskibraka tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik. Kemampuan berpikir, konsentrasi, serta kesiapan menghadapi berbagai bentuk penilaian juga menjadi bagian penting.
“Selain itu juga peningkatan pada kemampuan kognitifnya, karena seleksi Paskibraka tidak hanya dinilai pada kekuatan fisik dan kemampuan baris-berbaris,” ujar Muamar.
Kemampuan akademik Adzra memang sudah terlihat sebelum mengikuti seleksi Paskibraka. Ia pernah menjadi Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-7 tingkat Kota Serang pada 2024 dan meraih Juara 4 tingkat Provinsi Banten pada tahun yang sama.
Prestasinya tidak berhenti di bidang akademik. Adzra juga masuk Top 6 Danton Terbaik dalam lomba The Crown Season 3 pada 2025.
Nilai Akademik Menjadi Modal Saat Seleksi
Prestasi di ruang kelas ternyata memberikan keuntungan tersendiri ketika Adzra menghadapi seleksi. Muamar menyebut kemampuan akademiknya tidak menjadi hambatan karena hasil tes yang diperoleh justru sangat baik.
“Kompetensi Adzra sangat mumpuni, dengan nilai TWK dan TIU terbaik di Kota Serang. Sehingga untuk akademik tidak memiliki kendala,” katanya.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa persiapan Adzra berlangsung pada dua sisi. Tubuh ditempa melalui latihan rutin, sementara kemampuan kognitif dan pengetahuan kebangsaan terus diperkuat melalui pembelajaran.
Pola persiapan semacam ini menjadi salah satu alasan perjalanan Adzra tidak berhenti pada seleksi tingkat kota. Ia mampu melewati tahapan berikutnya hingga mendapatkan kesempatan mewakili Banten di tingkat pusat.
Pernah Tidak Percaya Diri, tetapi Tetap Melangkah
Perjalanan menuju Istana Negara ternyata tidak sepenuhnya berjalan tanpa keraguan. Adzra sempat kehilangan rasa percaya diri ketika harus menghadapi seleksi tingkat Provinsi Banten.
Keraguan tersebut tidak membuatnya mundur. Ia memilih tetap mengikuti proses dan mempercayai kemampuan yang sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan.
Sikap tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan seleksinya. Setelah melewati tahap demi tahap, kesempatan untuk tampil di tingkat nasional akhirnya terbuka.
Pada seleksi tingkat pusat, Adzra harus melewati rangkaian verifikasi yang cukup panjang. Tahapannya mencakup pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikotes berbasis komputer, peraturan baris-berbaris, tes minat dan bakat, serta wawancara.
Persiapannya juga tidak berhenti pada kemampuan teknis Paskibraka. Ia mempelajari wawasan kebangsaan sekaligus budaya lokal Banten sebagai bagian dari bekal menghadapi seleksi.
Pengetahuan mengenai makanan khas daerah hingga tarian tradisional menjadi bagian dari wawasan yang dipelajari. Hal itu memperlihatkan bahwa calon Paskibraka dituntut memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai daerah dan bangsa yang diwakilinya.
Baca juga: Semarak Lomba Agustusan Kemenag Sulbar Dimulai, ASN Tampilkan Kekompakan Lewat Defile
Prestasi Adzra Mengubah Cara Pandang Siswa Lain
Bagi MAN 1 Kota Serang, keberhasilan Adzra bukan sekadar tambahan daftar prestasi madrasah. Capaian tersebut menjadi contoh konkret bahwa siswa madrasah memiliki peluang untuk bersaing dalam bidang yang selama ini dianggap membutuhkan kemampuan khusus.
Muamar mengatakan prestasi Adzra ikut memberikan pengaruh terhadap kepercayaan diri siswa lainnya. Target yang sebelumnya dianggap sulit mulai dilihat sebagai sesuatu yang bisa diperjuangkan.
“Alhamdulillah, selain Adzra dalam bidang Paskibraka juga memberikan pengaruh pada bidang lain, dengan meningkatnya kepercayaan siswa-siswa MAN 1 Kota Serang memiliki potensi dan bisa mengalahkan sekolah lain yang tadinya mustahil,” ujarnya.
Dampaknya tidak hanya terlihat pada kegiatan Paskibraka. Prestasi siswa MAN 1 Kota Serang juga berkembang dalam berbagai bidang, mulai dari Pramuka, pencak silat, olahraga, seni, OMI, hingga OSN.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebuah prestasi individu dapat memberikan efek yang lebih luas ketika didukung lingkungan sekolah. Keberhasilan seorang siswa dapat menjadi contoh sekaligus memunculkan keberanian bagi siswa lain untuk mencoba bidang yang berbeda.
Ekstrakurikuler Tidak Hanya Mengejar Piala
Madrasah juga menerapkan kewajiban mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa. Kebijakan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mengumpulkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter.
Pramuka, PMR, dan Paskibraka menjadi ruang bagi siswa untuk belajar disiplin, bekerja dalam tim, mematuhi aturan, sekaligus bertanggung jawab terhadap tugas.
“Kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, Paskibraka sangat mempengaruhi karakter dan adab siswa semakin baik dan tambah disiplin terhadap sikapnya,” kata Muamar.
Pembinaan itu kemudian diseimbangkan dengan kegiatan akademik. Guru memberikan bimbingan di luar jam sekolah agar aktivitas ekstrakurikuler tidak membuat prestasi belajar siswa terabaikan.
“Bimbingan akademik di luar jam kerja untuk terus meningkatkan prestasi akademik siswa MAN 1 Kota Serang dalam mengimbangi kegiatan latihan ekstrakurikuler siswa,” jelasnya.
Pola tersebut menjadi penting bagi siswa yang aktif dalam banyak kegiatan. Prestasi di luar kelas tetap perlu berjalan bersama dengan kemampuan akademik agar pengembangan siswa berlangsung secara menyeluruh.
Dari Kota Serang ke Panggung Nasional
Capaian Adzra juga mendapat perhatian dari pelajar lain di Kota Serang. Nizar, siswa SMAN 1 Serang, mengaku mengetahui prestasi Adzra melalui media sosial meski tidak mengenalnya secara pribadi.
“Meskipun saya tidak kenal secara pribadi, tapi saya mengetahuinya melalui media sosial. Adzra sudah membawa nama baik Kota Serang,” ujar Nizar.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi Adzra untuk terus mengembangkan potensinya setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka.
“Semangat dan terus lanjutkan prestasi serta potensi yang dimiliki. Semoga apa yang dilakukan membawa dampak positif bagi masyarakat, keluarga, dan diri sendiri,” tambahnya.
Dukungan dari pelajar lain memperlihatkan bahwa pencapaian seorang siswa dapat melampaui lingkungan sekolahnya. Nama Adzra kini tidak hanya membawa MAN 1 Kota Serang, tetapi juga menjadi bagian dari representasi Kota Serang dan Provinsi Banten di tingkat nasional.
Target Berikutnya Sudah Menunggu
Tugas sebagai Paskibraka Tingkat Pusat bukan menjadi akhir perjalanan Adzra. Setelah menyelesaikan tanggung jawab tersebut, ia masih memiliki target pendidikan dan karier yang ingin dikejar.
Muamar mengatakan Adzra tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Target tersebut terasa selaras dengan pengalaman yang telah diperolehnya melalui Paskibraka.
Disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kemampuan bekerja dalam tim, serta ketahanan fisik menjadi pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk langkah berikutnya.
Perjalanan Adzra sekaligus memperlihatkan bahwa prestasi besar sering kali dibangun dari rutinitas yang sederhana. Lari tiga kilometer, latihan fisik, belajar setelah sekolah, mengikuti pembinaan, hingga berani menghadapi rasa tidak percaya diri akhirnya membentuk perjalanan panjang menuju Istana Negara.
“Kegigihan dan ketekunan yang kita lakukan, Insya Allah bisa merubah prestasi masa depan kita yang awalnya dibilang mustahil bagi siswa,” kata Muamar.
Pesan tersebut menjadi gambaran paling sederhana dari perjalanan Adzra. Paskibraka Tingkat Pusat 2026 bukan sekadar hasil dari satu kali seleksi, melainkan buah dari proses panjang yang dimulai jauh sebelum namanya diumumkan sebagai salah satu wakil Banten.