GEBER MAS 2026 Diikuti 31.644 Pendaftar dari 35 Provinsi, Digelar 10 Agustus

Gerakan Bersih-Bersih Masjid atau GEBER MAS 2026 tinggal menghitung hari. Program yang digagas Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini akan dilaksanakan serentak pada Senin, 10 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang tercatat dalam laman resmi Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kemenag. Berdasarkan data yang tampil saat ini, sudah ada 31.644 pendaftar dari 35 provinsi. Angka tersebut masih dapat berubah karena data pada laman SIMAS diperbarui secara otomatis.

GEBER MAS bukan hanya kegiatan membersihkan lantai masjid atau menyapu halaman. Kegiatan ini dirancang sebagai gerakan bersama untuk membuat lingkungan rumah ibadah lebih bersih, sehat, nyaman, sekaligus mendorong kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

GEBER MAS 2026 Digelar Serentak 10 Agustus

Tanggal pelaksanaan menjadi salah satu informasi yang paling banyak diperhatikan pengurus masjid. Berdasarkan laman resmi SIMAS Kemenag, GEBER MAS akan berlangsung pada 10 Agustus 2026 pukul 08.00 sampai 11.30 WIB secara serentak di seluruh Indonesia.

Lokasi utama yang tercantum dalam laman SIMAS adalah Masjid Fatahillah di Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di daerah lain, kegiatan dilaksanakan di masjid yang telah ditetapkan oleh masing-masing satuan kerja dan pemerintah daerah.

Dengan pelaksanaan serentak, kegiatan ini tidak hanya berlangsung di satu kota. Kementerian Agama menggerakkan jaringan KUA, penyuluh agama, pengurus masjid, serta berbagai unsur masyarakat untuk ikut mengambil bagian.

Sudah Ada 31.644 Pendaftar dari 35 Provinsi

Data resmi SIMAS memberikan gambaran cukup jelas mengenai perkembangan pendaftaran. Saat ini tercatat 31.644 pendaftar, dengan keterwakilan dari 35 provinsi. Masih terdapat tiga provinsi yang belum tercatat memiliki pendaftar pada laman tersebut, yaitu Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Jumlah tersebut bukan berarti 31.644 masjid sudah pasti seluruhnya melaksanakan kegiatan di lapangan. Istilah yang digunakan dalam laman resmi adalah pendaftar, sehingga angka tersebut lebih tepat disebut sebagai jumlah pendaftaran yang masuk.

Karena sistem menyatakan data diperbarui otomatis, angka tersebut dapat bertambah. Pengurus masjid yang baru melakukan pendaftaran juga berpotensi membuat jumlah nasional berubah.

Jawa Barat Menjadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak

Jika melihat sebaran pendaftar di laman SIMAS, Jawa Barat berada di posisi teratas. Provinsi tersebut tercatat memiliki 12.947 pendaftar.

Jawa Timur berada di urutan berikutnya dengan 8.862 pendaftar, disusul Sulawesi Selatan sebanyak 1.689 pendaftar. Sumatera Barat mencatat 1.465 pendaftar, sedangkan Jawa Tengah berada di angka 783.

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa partisipasi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sejumlah provinsi di kawasan Indonesia timur juga sudah tercatat dalam daftar peserta.

PeringkatProvinsiJumlah Pendaftar
1Jawa Barat12.947
2Jawa Timur8.862
3Sulawesi Selatan1.689
4Sumatera Barat1.465
5Jawa Tengah783
6Banten725
7Riau651
8Lampung597
9Sulawesi Tenggara479
10Kalimantan Selatan450
20Sulawesi Barat163

Data tersebut merupakan jumlah pendaftar yang ditampilkan SIMAS saat data diperiksa dan dapat berubah mengikuti pembaruan sistem.

Sulawesi Barat Sudah Mencatat 163 Pendaftar

Bagi masyarakat di Sulawesi Barat, laman SIMAS mencatat 163 pendaftar. Angka tersebut menempatkan Sulawesi Barat pada urutan ke-20 dari provinsi yang sudah memiliki pendaftar.

Persiapan di tingkat daerah juga sudah dilakukan. Di Kabupaten Majene, misalnya, Kementerian Agama setempat menetapkan 51 titik lokasi GEBER MAS yang tersebar di delapan kecamatan. Masjid Agung Ilaikal Mashiir di Kecamatan Banggae ditetapkan sebagai lokasi utama atau kick off tingkat kabupaten.

Persiapan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, GPAI, FKUB, penyuluh agama, pengurus masjid, madrasah, pondok pesantren, hingga unsur masyarakat lainnya.

Sukabumi Sudah Melewati Target

Capaian lain terlihat di Kabupaten Sukabumi. Hingga Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 1.654 masjid telah terdaftar.

Jumlah tersebut sudah melewati target yang ditetapkan Kabupaten Sukabumi, yakni 1.628 masjid. Dengan demikian, jumlah pendaftar di daerah tersebut sudah lebih banyak 26 masjid dibandingkan target awal.

Meski target telah tercapai, pendaftaran masih terus didorong menjelang hari pelaksanaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jumlah peserta di tingkat daerah pun masih dapat berubah.

GEBER MAS Bukan Sekadar Menyapu Masjid

Kegiatan bersih-bersih tentu menjadi bagian utama, tetapi pelaksanaannya memiliki cakupan yang lebih luas.

Kementerian Agama juga mendorong perhatian terhadap lingkungan sekitar rumah ibadah. Di antaranya pengelolaan sampah, penataan halaman, kebersihan tempat wudu dan toilet, serta kondisi taman atau ruang terbuka di sekitar masjid.

Di Banjarmasin, misalnya, persiapan GEBER MAS mencakup pembersihan karpet utama, sterilisasi tempat wudu dan toilet, serta penataan taman dan pekarangan masjid.

Artinya, masjid yang mengikuti kegiatan tidak harus berhenti setelah bagian dalam bangunan terlihat bersih. Lingkungan di sekitarnya juga perlu diperhatikan karena turut menentukan kenyamanan jamaah.

Siapa Saja yang Bisa Terlibat?

GEBER MAS memang berpusat di masjid, tetapi pekerjaan di lapangan dapat melibatkan banyak orang.

Kementerian Agama menyebut ASN Kemenag, pengurus masjid dan musala, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, aktivis, remaja masjid, serta elemen masyarakat lainnya sebagai bagian dari gerakan tersebut.

Keterlibatan warga sekitar juga sangat membantu. Pekerjaan yang terlihat berat jika dikerjakan beberapa orang dapat menjadi lebih ringan ketika dilakukan bersama.

Pengurus masjid bisa membagi pekerjaan berdasarkan kondisi masing-masing lokasi. Ada yang membersihkan ruang utama, sebagian menangani halaman, sementara kelompok lainnya mengurus tempat wudu, toilet, dan sampah.

Sampah Menjadi Bagian yang Perlu Diperhatikan

Kegiatan GEBER MAS juga dapat menjadi kesempatan untuk membenahi kebiasaan pengelolaan sampah di lingkungan masjid.

Sampah yang muncul setelah salat berjamaah, kegiatan pengajian, acara keagamaan, atau aktivitas masyarakat biasanya cukup beragam. Jika semuanya dicampur, pengelolaannya menjadi lebih sulit.

Pemilahan sederhana antara sampah organik dan anorganik dapat menjadi langkah awal. Setelah kegiatan selesai, tempat sampah juga perlu tetap dirawat sehingga kebersihan tidak hanya bertahan selama satu hari.

Pengurus Masjid Dapat Melanjutkan Kebiasaan Ini

Ada satu hal yang sering luput dari kegiatan bersih-bersih massal. Masjid bisa terlihat sangat rapi pada hari pelaksanaan, tetapi kembali kotor beberapa hari kemudian jika tidak ada kebiasaan baru.

Karena itu, GEBER MAS akan lebih terasa manfaatnya apabila dilanjutkan dengan jadwal kebersihan rutin.

Pengurus dapat membuat pembagian sederhana untuk memastikan karpet, tempat wudu, toilet, halaman, dan tempat sampah diperiksa secara berkala. Remaja masjid juga dapat dilibatkan agar pekerjaan tidak hanya bergantung pada satu atau dua orang.

KUA Ikut Menggerakkan Masjid di Wilayahnya

KUA memiliki posisi yang cukup dekat dengan masyarakat di tingkat kecamatan. Dalam persiapan GEBER MAS di sejumlah daerah, penyuluh agama dan jajaran KUA ikut menyebarkan informasi serta menghubungkan program dengan pengurus masjid.

Pola seperti ini terlihat dalam persiapan di Banjarmasin, ketika penyuluh agama Islam di setiap kecamatan dikerahkan untuk membantu menyebarluaskan informasi GEBER MAS.

Di Majene, koordinasi juga melibatkan para kepala KUA bersama unsur Kemenag lainnya dalam persiapan kegiatan yang akan berlangsung serentak.

Persiapan Masjid Sebelum 10 Agustus

Masjid yang sudah terdaftar sebaiknya tidak menunggu pagi hari pelaksanaan untuk menentukan apa yang harus dikerjakan.

Pengurus dapat memeriksa bagian mana yang paling membutuhkan perhatian. Karpet yang sudah lama tidak dibersihkan, toilet, tempat wudu, halaman, saluran air, hingga area pembuangan sampah dapat masuk dalam daftar pekerjaan.

Peralatan juga sebaiknya disiapkan lebih awal. Dengan begitu, peserta yang datang pada hari pelaksanaan bisa langsung bekerja tanpa menghabiskan banyak waktu untuk mencari perlengkapan.

Jumlah Peserta Masih Bisa Bertambah

Data pada laman SIMAS menunjukkan pendaftaran masih terbuka dan sistem terus memperbarui jumlah peserta. Saat data diperiksa, sudah ada 31.644 pendaftar dari 35 provinsi. Tiga provinsi belum tercatat memiliki pendaftar.

Kondisi tersebut membuat angka yang muncul hari ini belum tentu menjadi angka terakhir ketika GEBER MAS dilaksanakan pada 10 Agustus.

Bagi pengurus masjid yang belum terdaftar tetapi ingin mengikuti kegiatan, informasi pendaftaran dapat dilihat melalui laman resmi GEBER MAS pada SIMAS Kemenag. Formulir tersebut meminta nama dan alamat masjid, provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, nama ketua DKM, nomor WhatsApp, email, serta perkiraan jumlah pengurus dan jamaah yang ikut.

GEBER MAS Diharapkan Tidak Berhenti pada 10 Agustus

Besarnya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa kegiatan bersih-bersih masjid mendapat respons cukup luas. Dari 31.644 pendaftar yang tersebar di 35 provinsi hingga data terakhir, terlihat bahwa gerakan ini sudah menjangkau banyak wilayah di Indonesia.

Namun, keberhasilan GEBER MAS nantinya tidak hanya ditentukan oleh jumlah pendaftar. Masjid yang tetap bersih setelah kegiatan selesai justru menjadi ukuran yang lebih terasa bagi jamaah.

Dengan melibatkan pengurus, pemerintah, penyuluh agama, remaja masjid, dan masyarakat sekitar, kegiatan pada 10 Agustus 2026 dapat menjadi awal dari kebiasaan yang lebih sederhana: masjid dibersihkan bersama, lingkungan dirawat bersama, dan rasa memiliki terhadap rumah ibadah tumbuh dari kegiatan yang dilakukan secara nyata.

Leave a Comment