Seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 mulai memasuki tahapan penting pada Agustus. Kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Agama ini kembali mempertemukan siswa madrasah dalam dua bidang utama, yakni Sains dan Riset, dengan rangkaian seleksi dari tingkat satuan pendidikan hingga nasional.
Jadwal kedua bidang tersebut tidak sama. OMI Sains menggunakan pola seleksi berjenjang dari madrasah, Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional, sedangkan OMI Riset dimulai dari pengajuan proposal penelitian. Perbedaan ini penting diperhatikan karena cara mengikuti dan persiapan yang dibutuhkan peserta juga berbeda.
OMI 2026 Membuka Dua Jalur Kompetisi
OMI 2026 merupakan ajang kompetisi bagi peserta didik madrasah yang mencakup kemampuan akademik dan penelitian. Bidang Sains dapat diikuti siswa jenjang MI, MTs, dan MA, sedangkan Bidang Riset diperuntukkan bagi siswa MTs dan MA.
Pada Bidang Sains, cabang yang tersedia disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa MI/SD sederajat dapat mengikuti Matematika Terintegrasi, IPAS Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi.
Jenjang MTs/SMP sederajat mengikuti Matematika Terintegrasi dan IPA Terintegrasi. Sementara itu, MA/SMA sederajat memiliki pilihan Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, serta Geografi Terintegrasi.
Bidang Riset memiliki ruang lingkup yang berbeda. Peserta dapat memilih penelitian yang berkaitan dengan Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, Sustainable Development Goals (SDGs), atau Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Pembagian ini membuat persiapan peserta tidak bisa disamakan. Siswa yang mengikuti Sains perlu mempersiapkan kemampuan menyelesaikan persoalan akademik, sementara peserta Riset harus menyiapkan proposal dan penelitian yang memenuhi ketentuan lomba.
Baca juga: Cara Mengajukan Bantuan Sarana Prasarana Madrasah Melalui Aplikasi SIMSARPRAS
Jadwal OMI Sains 2026 Berlangsung Bertahap
Tahap pertama OMI Sains berlangsung di satuan pendidikan pada 22–26 Agustus 2026. Hasil seleksi tersebut kemudian menjadi dasar untuk mengikuti kompetisi tingkat Kabupaten/Kota.
Berikut rangkaian jadwal OMI Sains 2026 berdasarkan petunjuk teknis yang tersedia:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Sosialisasi | 21 Agustus 2026 |
| OMI tingkat satuan pendidikan | 22–26 Agustus 2026 |
| Pendaftaran Kabupaten/Kota | 27 Agustus–2 September 2026 |
| Uji coba Kabupaten/Kota | 4–5 September 2026 |
| Pelaksanaan Kabupaten/Kota | 7–8 September 2026 |
| Pengumuman Kabupaten/Kota | 12 September 2026 |
| Uji coba Provinsi | 1–2 Oktober 2026 |
| Pelaksanaan Provinsi | 5–6 Oktober 2026 |
| Pengumuman Provinsi | 10 Oktober 2026 |
| Registrasi tingkat Nasional | 8 November 2026 |
| Technical Meeting dan pembukaan | 9 November 2026 |
| Pelaksanaan Nasional | 10–11 November 2026 |
| Pengumuman dan penutupan | 12 November 2026 |
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak langsung mendaftar ke tahap nasional. Peserta harus melewati proses seleksi sesuai tingkatannya.
Bagi siswa yang ingin mengikuti OMI Sains, tahapan yang perlu diperhatikan sekarang adalah seleksi di satuan pendidikan. Setelah peserta ditetapkan oleh madrasah, proses berlanjut ke pendaftaran tingkat Kabupaten/Kota.
Jalur Riset Mempunyai Jadwal Berbeda
Peserta yang memilih OMI Riset perlu memperhatikan tenggat yang berbeda karena kompetisinya dimulai dari proposal penelitian.
Pendaftaran dan pengunggahan proposal dijadwalkan pada 22 Agustus–2 September 2026. Proposal yang masuk kemudian dinilai sebelum peserta melanjutkan ke tahap presentasi.
Rangkaian OMI Riset 2026 meliputi:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Sosialisasi | 21 Agustus 2026 |
| Pendaftaran dan unggah proposal | 22 Agustus–2 September 2026 |
| Pengumuman penilaian proposal | 7 September 2026 |
| Presentasi proposal | 9–11 September 2026 |
| Pembimbingan dan pelaksanaan riset | 12 September–20 Oktober 2026 |
| Presentasi hasil riset | 21–23 Oktober 2026 |
| Pengumuman penilaian presentasi | 27 Oktober 2026 |
| Pengumpulan hasil riset dan draf artikel | 29–31 Oktober 2026 |
| Final dan Expo | 10–12 November 2026 |
Perbedaan jadwal tersebut menunjukkan bahwa peserta Riset harus mempersiapkan karya jauh sebelum tahap final. Proposal bukan sekadar dokumen pendaftaran, tetapi menjadi bagian awal dari proses penilaian.
Baca juga: Jadwal Libur Madrasah 2026/2027, Ini Daftar Tanggal Penting Semester Gasal
Syarat Peserta OMI Sains 2026
Peserta OMI Sains harus berstatus sebagai siswa dan tercatat dalam sistem pendataan yang berlaku. Peserta juga harus merupakan Warga Negara Indonesia serta mempunyai NISN aktif.
Untuk Tahun Pelajaran 2026/2027, peserta berasal dari kelas V atau VI MI/SD sederajat, kelas VII sampai IX MTs/SMP sederajat, dan kelas X sampai XII MA/SMA sederajat.
Ketentuan lain yang perlu diperhatikan adalah peserta hanya boleh mengikuti satu bidang kompetisi. Karena itu, pilihan cabang perlu ditentukan sejak awal dan disesuaikan dengan jenjang serta kemampuan siswa.
Data siswa juga perlu diperiksa sebelum pendaftaran. Kesalahan identitas, NISN, jenjang, atau kelas berpotensi menimbulkan persoalan pada tahapan administrasi berikutnya.
Peserta Riset Memiliki Ketentuan Tambahan
OMI Riset hanya diperuntukkan bagi siswa MTs dan MA dengan ketentuan kelas tertentu. Peserta MTs berasal dari kelas VII–VIII, sedangkan peserta MA berasal dari kelas X–XI.
Kompetisi Riset dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Satu kelompok maksimal terdiri atas tiga siswa dari madrasah yang sama.
Setiap peserta atau kelompok hanya dapat mengajukan satu judul proposal dan memilih satu ruang lingkup penelitian. Dalam satu madrasah, jumlah proposal yang dapat dikirim juga dibatasi untuk setiap ruang lingkup.
Proposal harus merupakan karya asli dan tidak sedang atau pernah digunakan dalam kompetisi riset lain maupun proses penerbitan. Peserta juga harus melengkapi dokumen administrasi seperti surat pernyataan keaslian karya dan surat pengantar dari kepala madrasah.
Ketentuan tersebut membuat guru pembimbing perlu memeriksa karya sebelum diunggah. Persoalan orisinalitas tidak hanya berkaitan dengan isi penelitian, tetapi juga status karya tersebut pada kompetisi atau publikasi lain.
Baca juga: Jadwal Lengkap dan Lokasi Pelaksanaan MTQ Korpri VIII 2026 di Makassar
Pendaftaran OMI Sains Tidak Dilakukan Langsung Oleh Siswa
Salah satu bagian yang sering membingungkan calon peserta adalah mekanisme pendaftaran. OMI Sains dimulai melalui seleksi tingkat satuan pendidikan, sehingga siswa tidak sekadar membuat akun secara mandiri lalu langsung memilih tahap Kabupaten/Kota.
Madrasah terlebih dahulu menyelenggarakan seleksi pada 22–26 Agustus 2026. Peserta yang memenuhi hasil seleksi kemudian mewakili satuan pendidikan pada tahap berikutnya.
Berdasarkan ketentuan pelaksanaan, tiga siswa terbaik dari setiap satuan pendidikan untuk masing-masing bidang studi dapat melanjutkan ke tingkat Kabupaten/Kota.
Secara praktis, siswa yang ingin mengikuti OMI Sains perlu melakukan beberapa langkah:
- Menghubungi guru atau pihak madrasah mengenai pelaksanaan seleksi.
- Mengikuti seleksi tingkat satuan pendidikan.
- Menunggu penetapan peserta yang mewakili madrasah.
- Memastikan data peserta dan NISN sesuai.
- Mengikuti proses pendaftaran tingkat Kabupaten/Kota melalui mekanisme yang ditetapkan panitia.
- Mengikuti uji coba dan kompetisi sesuai jadwal.
Peserta yang berhasil menjadi tiga terbaik pada tingkat Kabupaten/Kota kemudian berpeluang melanjutkan ke tingkat Provinsi sesuai ketentuan OMI.
Proposal Menjadi Tahap Awal OMI Riset
Mekanisme OMI Riset berbeda karena peserta tidak melewati seleksi soal secara berjenjang seperti Bidang Sains. Kompetisi diawali dengan proposal yang diajukan pada masa pendaftaran.
Peserta perlu memilih satu ruang lingkup penelitian, menentukan persoalan yang ingin diteliti, kemudian menyusun proposal sesuai ketentuan. Proposal tersebut harus memiliki gagasan yang jelas dan dapat dikembangkan menjadi penelitian.
Setelah proposal dinilai, peserta yang lolos mengikuti presentasi proposal. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan riset dengan pembimbingan hingga presentasi hasil penelitian.
Karena prosesnya berlangsung beberapa bulan, peserta Riset perlu memperhitungkan kemampuan menyelesaikan penelitian dalam batas waktu yang telah ditetapkan. Ide penelitian yang menarik tetapi terlalu sulit dilaksanakan dapat menjadi kendala ketika masuk tahap pengumpulan data dan penyusunan hasil.
Bentuk Soal OMI Berubah Sesuai Tingkatan
OMI Sains tidak menggunakan bentuk soal yang sama pada setiap tahap. Tingkat Kabupaten/Kota menggunakan tes berbasis komputer dengan 25 soal pilihan ganda.
Pada tingkat Provinsi, peserta menghadapi 20 soal pilihan ganda dan lima soal pilihan ganda kompleks. Sementara tahap Nasional/Final menggunakan isian singkat dan esai yang dapat dilengkapi eksplorasi atau eksperimen.
Perubahan bentuk soal tersebut membuat strategi persiapan peserta juga perlu berkembang. Latihan mengerjakan soal pilihan ganda saja belum tentu cukup untuk menghadapi tahap nasional.
Kemampuan menjelaskan proses berpikir, mengolah informasi, dan menyelesaikan persoalan secara lebih mendalam menjadi semakin penting ketika peserta mencapai tahap lebih tinggi.
Persiapan Madrasah Tidak Berhenti Pada Pendaftaran
Waktu antara seleksi internal dan pendaftaran Kabupaten/Kota cukup berdekatan. Madrasah perlu memastikan sejak awal siapa siswa yang akan mengikuti masing-masing bidang, siapa guru pembimbingnya, serta apakah data administrasi peserta sudah sesuai.
Persiapan akademik juga perlu disesuaikan dengan karakter soal OMI. Pembinaan sebaiknya tidak hanya berisi latihan hafalan, tetapi juga soal yang mendorong siswa memahami konsep dan menerapkannya pada persoalan berbeda.
Kegiatan OMI sendiri dipandang Kemenag sebagai salah satu wadah pengembangan prestasi siswa madrasah. Dalam kegiatan persiapan OMI di Bantul pada 2025, Kepala MIN 2 Bantul Yuhrotul Mardhiyah menyebut kompetisi tersebut sebagai sarana untuk mengasah kemampuan akademik, membangun semangat riset, dan memperluas wawasan siswa.
Pandangan tersebut relevan untuk persiapan 2026 karena OMI tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir lomba. Proses pembinaan yang dilakukan madrasah dapat menjadi bagian dari pengembangan kemampuan siswa dalam bidang akademik maupun penelitian.
Perubahan Jadwal Perlu Dipantau Madrasah
Jadwal yang tercantum dalam petunjuk teknis menjadi dasar pelaksanaan, tetapi peserta dan madrasah tetap perlu mengikuti pengumuman resmi panitia apabila terdapat perubahan teknis.
Hal yang perlu diperiksa bukan hanya tanggal lomba. Informasi mengenai lokasi, mekanisme ujian, dokumen peserta, akun pendaftaran, uji coba, dan ketentuan teknis lainnya juga dapat menentukan kelancaran keikutsertaan.
Karena OMI Sains menggunakan sistem seleksi berjenjang, terlambat pada satu tahapan dapat berdampak pada kesempatan mengikuti tahap berikutnya. Jalur Riset juga memiliki tenggat pengunggahan proposal yang tidak boleh diabaikan.
Bagi siswa yang hendak mengikuti OMI 2026, langkah paling dekat adalah memastikan informasi seleksi dari madrasah masing-masing. Sementara calon peserta Riset perlu segera memastikan proposal, dokumen administrasi, dan ruang lingkup penelitian sebelum batas pendaftaran berakhir.
OMI Kemenag 2026 pada dasarnya menawarkan dua bentuk kompetisi dengan karakter berbeda. Sains menekankan kemampuan akademik melalui seleksi bertingkat, sedangkan Riset memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan gagasan penelitian hingga menghasilkan karya. Pilihan bidang sejak awal akan menentukan jenis persiapan yang harus dilakukan peserta.