Kemenag Sulbar Tingkatkan Kompetensi Penghulu, Soroti Tantangan Nikah Online hingga Literasi ASN

Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan melalui penguatan kompetensi aparatur. Langkah tersebut diwujudkan dengan menggelar kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Penghulu yang melibatkan para penghulu dari Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Aralle pada Kamis, 6 Agustus 2026, dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas penghulu agar mampu menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Selain membahas peningkatan kompetensi teknis, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya literasi, kemampuan mengambil keputusan berdasarkan regulasi, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana menyampaikan informasi layanan kepada masyarakat.

Perubahan Sosial Menuntut Penghulu Terus Mengembangkan Pengetahuan

Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menilai bahwa perkembangan sosial yang berlangsung sangat cepat menuntut aparatur Kementerian Agama untuk terus memperbarui pengetahuan.

Menurutnya, setiap keputusan yang diambil oleh kepala KUA maupun penghulu harus didasarkan pada pemahaman yang kuat sehingga pelayanan yang diberikan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia juga menekankan bahwa kemampuan tersebut tidak hanya diperoleh melalui pengalaman kerja, tetapi juga melalui kebiasaan belajar dan meningkatkan wawasan secara berkelanjutan.

Budaya Membaca Dinilai Membentuk Kepercayaan Diri ASN

Salah satu pesan yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya membangun budaya membaca di lingkungan KUA.

Kepala Kanwil berharap para kepala KUA terus meningkatkan literasi agar memiliki dasar pengetahuan yang memadai ketika menghadapi berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah akan tumbuh apabila aparatur memiliki kompetensi yang baik dan mampu memberikan penjelasan berdasarkan aturan yang berlaku.

Dengan pengetahuan yang terus berkembang, penghulu juga diharapkan lebih percaya diri ketika memberikan pendampingan maupun mengambil keputusan dalam menjalankan tugasnya.

Pengembangan SDM Diusulkan Berlangsung Setiap Semester

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil juga mendorong agar kegiatan peningkatan kompetensi tidak hanya dilakukan sekali, tetapi menjadi agenda yang dilaksanakan secara rutin.

Ia mengusulkan agar pelatihan dan pengembangan SDM bagi penghulu maupun aparatur KUA diselenggarakan minimal satu kali setiap semester.

Langkah tersebut dinilai penting karena berbagai persoalan baru terus bermunculan dan membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam agar pelayanan tetap berjalan sesuai regulasi.

Fenomena Nikah Online Menjadi Salah Satu Bahasan

Perubahan pola kehidupan masyarakat turut melahirkan berbagai persoalan baru dalam pelayanan keagamaan.

Salah satu contoh yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah munculnya fenomena perkawinan secara daring atau nikah online yang mulai menjadi perhatian dalam pelayanan KUA.

Menurut Kepala Kanwil, perkembangan seperti ini membutuhkan pemahaman yang tepat sehingga setiap keputusan yang diambil tetap mengacu pada aturan yang berlaku dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Karena itu, peningkatan kapasitas penghulu dinilai menjadi kebutuhan yang terus berkembang seiring perubahan kondisi masyarakat.

Media Sosial Diminta Menjadi Sarana Publikasi Layanan

Selain membahas peningkatan kompetensi, Kepala Kanwil juga mengajak seluruh jajaran KUA untuk lebih aktif memanfaatkan media sosial resmi instansi.

Ia berharap setiap kegiatan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi KUA dipublikasikan secara rutin agar masyarakat mengetahui berbagai layanan yang tersedia di lingkungan Kementerian Agama.

Tidak hanya mengunggah informasi, setiap satuan kerja juga didorong membangun interaksi melalui komentar, tanda suka, dan membagikan konten antarakun resmi sehingga jangkauan informasi menjadi lebih luas.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara instansi pemerintah dengan masyarakat sekaligus meningkatkan keterbukaan informasi publik.

Penguatan Kompetensi Tidak Hanya Berfokus pada Administrasi

Pelatihan bagi penghulu bukan sekadar membahas aspek administrasi pernikahan atau pencatatan nikah.

Melalui kegiatan seperti ini, penghulu juga didorong memperluas kemampuan dalam memahami dinamika sosial, menyelesaikan persoalan yang muncul di masyarakat, hingga memberikan pelayanan yang lebih responsif sesuai perkembangan zaman.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada prosedur administrasi, tetapi juga pada kemampuan aparatur dalam memahami kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Kolaborasi Antarpenghulu Membantu Berbagi Pengalaman

Kegiatan yang mempertemukan penghulu dari Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju juga memberikan ruang untuk saling bertukar pengalaman.

Setiap daerah memiliki tantangan pelayanan yang berbeda sehingga diskusi antarpeserta dapat menjadi sarana untuk menemukan solusi terhadap persoalan yang dihadapi di lapangan.

Pertemuan seperti ini juga membantu memperkuat koordinasi sekaligus menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan tugas sesuai regulasi Kementerian Agama.

SDM Berkualitas Menjadi Kunci Meningkatkan Pelayanan Keagamaan

Melalui kegiatan peningkatan SDM penghulu, Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat kembali menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi aparatur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan memperkuat literasi, memahami berbagai persoalan baru seperti fenomena nikah online, serta memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi layanan, penghulu diharapkan semakin adaptif dalam menjalankan tugasnya. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pelayanan keagamaan yang profesional, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Leave a Comment