|

Kepala Kemenag Pasangkayu Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Ponpes Tilawatil Qur’an Abuhuraerah

Pasangkayu — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Hatta, menghadiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Tilawatil Qur’an Abuhuraerah di Desa Peburo, Kecamatan Pasangkayu, pada Selasa (21/10/2025).

Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan dari para santri, seperti marawis dan tari tradisional, yang menambah semarak suasana peringatan Maulid Nabi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pasangkayu, unsur Forkopimda, Kepala Desa Ako, Pimpinan Pondok Pesantren, Kepala MTsN 1 Pasangkayu, pejabat struktural Kankemenag Pasangkayu, Ketua FKUB Pasangkayu, tokoh agama dan masyarakat, orang tua santri, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pasangkayu mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia menyampaikan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Ini bukan hanya acara rutinitas yang kita lakukan setiap tahun, tetapi wujud kecintaan kita kepada Rasulullah, suri teladan bagi seluruh umat manusia di muka bumi,” ujarnya.

Sementara itu, ceramah agama disampaikan oleh KM. H. Hajar Aswadi, M.A. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan pentingnya menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

“Kita harus menanamkan cinta kepada Baginda Rasulullah sebagaimana beliau mencintai umatnya. Bahkan hingga di akhirat kelak, insya Allah beliau akan memberikan syafaat kepada umatnya,” tuturnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa peringatan Maulid merupakan bentuk kecintaan umat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW yang telah berjuang keras membimbing umat di dunia melalui ajarannya dan membela mereka di akhirat dengan syafaatnya.

“Kita bermaulid karena Rasulullah telah berjuang keras untuk umatnya. Di dunia, beliau membimbing kita dengan ajarannya, dan di akhirat beliau membela kita dengan syafaatnya. Ini hanya dimiliki oleh Rasulullah SAW,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW memiliki makna spiritual yang dalam.

“Mengapa kita memperingati kelahiran Rasulullah, bukan hari wafatnya? Karena sesungguhnya Nabi Muhammad SAW hidup sepanjang masa. Hakikatnya, syariat dan cahaya (nur) beliau tetap hidup di dalam hati umat Islam,” ungkapnya.

Di akhir ceramah, H. Hajar Aswadi menjelaskan makna panjang umur menurut Islam.

“Panjang umur memiliki dua pengertian. Pertama, insya Allah dengan doa, umur seseorang dapat ditambah oleh Allah. Kedua, meskipun usia manusia terbatas, namun jika hidupnya diisi dengan kebaikan dan keberkahan, maka nilai hidupnya akan terus lestari. Seperti para ulama terdahulu, misalnya Imam Syafi’i, yang meski telah wafat, mazhab dan ilmunya tetap hidup hingga kini,” pungkasnya.

Dengan semangat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, diharapkan seluruh masyarakatdapat semakin meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *